5 Kota Tertua di Jawa Barat dengan Sejarah yang Mengejutkan

5 Kota Tertua di Jawa Barat dengan Sejarah yang Mengejutkan
5 Kota Tertua di Jawa Barat

HAURGEULIS, HAURGEULISMEDIA.CO.ID – Apakah Anda mengira bahwa Bandung adalah kota paling bersejarah di tanah Pasundan? Jika iya, Anda perlu menyimak fakta menarik ini.

Jauh sebelum Bandung ditetapkan sebagai pusat pemerintahan kolonial, wilayah Tatar Sunda telah memiliki peradaban yang maju. Provinsi ini menyimpan jejak sejarah panjang yang terukir di berbagai kota tua.

Kota-kota ini bukan sekadar wilayah administratif, melainkan saksi bisu perjalanan waktu, mulai dari era kerajaan, penyebaran agama Islam, hingga masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Bagi para pencinta sejarah dan traveler, mengetahui asal-usul sebuah daerah tentu memberikan pengalaman tersendiri.

Berikut ini adalah ulasan mendalam mengenai kota tertua di Jawa Barat. Kami telah merangkum lima kota legendaris yang usianya sudah mencapai ratusan tahun.

Baca juga : Cek Perkiraan UMK Tiap Kabupaten/Kota di Jawa Barat!

1. Kota Cirebon: Gerbang Sejarah di Pesisir Utara (1430)

Di urutan pertama, kota tertua di Jawa Barat dipegang oleh Cirebon. Kota ini didirikan pada tahun 1430, yang berarti saat ini usianya telah mencapai 595 tahun.

Cirebon bukan sekadar kota pelabuhan biasa. Sejak abad ke-15, wilayah ini telah menjadi pusat pertemuan budaya yang sangat dinamis.

Pusat Penyebaran Islam dan Akulturasi Budaya

Pada masa kepemimpinan Sunan Gunung Jati, Cirebon bertransformasi menjadi pusat syiar Islam terbesar di Jawa Barat.

Letaknya yang strategis di pesisir utara menjadikan Cirebon sebagai jalur perdagangan internasional. Pedagang dari Arab, Tionghoa, dan India singgah di sini, menciptakan akulturasi budaya yang unik.

Jejak percampuran budaya ini masih bisa kita lihat hingga sekarang. Mulai dari motif Batik Megamendung yang ikonik hingga arsitektur bangunan keraton yang memadukan gaya Jawa, Tiongkok, dan Eropa.

Destinasi Wisata Sejarah Cirebon

Jika Anda berkunjung ke Cirebon, nuansa masa lalu masih terasa sangat kental. Anda dapat mengunjungi:

  • Keraton Kasepuhan dan Kanoman: Bukti kemegahan kesultanan Islam.

  • Masjid Agung Sang Cipta Rasa: Salah satu masjid tertua dengan arsitektur menawan.

  • Taman Sari Gua Sunyaragi: Kompleks bangunan unik dari batu karang.

Keberadaan situs-situs ini menegaskan posisi Cirebon sebagai kota pusaka yang wajib dikunjungi.

2. Kota Bogor: Jejak Agung Kerajaan Pajajaran (1482)

Beralih ke dataran tinggi yang sejuk, posisi kedua ditempati oleh Bogor. Kota ini genap berusia 543 tahun, dihitung sejak penobatan Prabu Siliwangi sebagai Raja Pajajaran pada 3 Juni 1482.

Bogor memiliki tempat istimewa dalam sejarah Nusantara, baik di era kerajaan maupun kolonial.

Dari Pakuan Pajajaran hingga Buitenzorg

Pada masa lalu, Bogor dikenal sebagai Pakuan, ibu kota Kerajaan Pajajaran yang termasyhur. Namun, wajah kota ini berubah drastis saat VOC masuk.

Pemerintah kolonial Belanda sangat menyukai udara sejuk Bogor. Mereka menamainya Buitenzorg, yang berarti “tanpa kekhawatiran”.

Gubernur Jenderal Belanda bahkan memindahkan pusat aktivitas mereka ke sini, terutama saat Batavia (Jakarta) sedang dilanda wabah penyakit atau cuaca panas ekstrem.

Ikon Kota Hujan Masa Kini

Hingga saat ini, Bogor tetap menjadi primadona pariwisata dan pendidikan. Kebun Raya Bogor, yang didirikan pada tahun 1817, menjadi pusat penelitian botani tertua di Asia Tenggara.

Selain itu, keberadaan Istana Kepresidenan Bogor menambah nilai historis kota ini. Kombinasi antara sejarah kerajaan Sunda dan warisan kolonial menjadikan Bogor kota yang sangat kaya akan cerita.

3. Kabupaten Majalengka: Lumbung Pangan Timur Jawa Barat (1490)

Mungkin banyak yang belum tahu bahwa Majalengka termasuk dalam jajaran kota tertua di Jawa Barat. Wilayah ini resmi berdiri pada tahun 1490, menjadikannya berusia 535 tahun.

Majalengka memiliki sejarah yang sedikit berbeda dibandingkan kota pesisir. Wilayah ini tumbuh dari basis agraris yang kuat.

Tradisi Agraris yang Mengakar

Dalam berbagai naskah kuno, Majalengka digambarkan sebagai wilayah yang subur. Sejak ratusan tahun lalu, daerah ini menjadi penopang pangan bagi kerajaan-kerajaan di sekitarnya.

Kultur masyarakat Sunda sangat kental di sini. Kehidupan yang harmonis dengan alam menjadi ciri khas masyarakat Majalengka sejak abad ke-15.

Transformasi Menuju Kota Modern

Saat ini, Majalengka sedang mengalami transformasi besar-besaran. Kehadiran Bandara Internasional Kertajati (BIJB) membuka gerbang Majalengka ke dunia luar.

Meski demikian, pesona alamnya tidak pudar. Destinasi seperti Terasering Panyaweuyan yang memukau menjadi bukti bahwa Majalengka tetap menjaga keasrian alamnya meskipun usianya sudah lebih dari lima abad.

4. Kabupaten Kuningan: Saksi Diplomasi Kemerdekaan (1498)

Tidak jauh dari Cirebon, terdapat Kabupaten Kuningan yang berdiri pada tahun 1498. Dengan usia mencapai 527 tahun, Kuningan memiliki peran strategis dalam penyebaran agama Islam di wilayah timur Jawa Barat.

Namun, Kuningan tidak hanya bicara soal masa lalu yang jauh. Kota ini juga memiliki peran vital dalam sejarah kemerdekaan Indonesia modern.

Perundingan Linggarjati yang Bersejarah

Nama Kuningan tercatat dengan tinta emas dalam buku sejarah Indonesia berkat Perundingan Linggarjati pada tahun 1946.

Gedung Perundingan Linggarjati, yang terletak di kaki Gunung Ciremai, menjadi saksi diplomasi alot antara Indonesia dan Belanda. Di tempat inilah kedaulatan Indonesia mulai diakui secara de facto oleh dunia internasional.

Pesona Alam Kaki Gunung Ciremai

Selain sejarah diplomasi, Kuningan dianugerahi bentang alam yang luar biasa. Berada di kaki gunung tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai, membuat udara di sini sangat sejuk.

Sumber air panas alami dan air terjun yang jernih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk kota besar.

5. Kabupaten Indramayu: Kota Mangga dengan Karakter Unik (1527)

Daftar kota tertua di Jawa Barat ditutup oleh Indramayu. Kota yang berdiri pada 7 Oktober 1527 ini kini berusia 498 tahun.

Indramayu memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan kota-kota di Priangan (pegunungan). Sebagai kota pesisir, budaya dan bahasanya sangat dipengaruhi oleh interaksi kelautan.

Budaya Dermayon yang Khas

Salah satu keunikan Indramayu adalah bahasanya. Masyarakat di sini menggunakan Bahasa Jawa dialek Dermayon, yang berbeda dengan Bahasa Sunda maupun Bahasa Jawa standar.

Hal ini terjadi karena posisi Indramayu sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan sejak abad ke-16, mempertemukan berbagai etnis dalam satu wilayah.

Seni dan Kuliner Legendaris

Indramayu juga dikenal sebagai lumbung padi nasional dan penghasil buah mangga terbaik di Indonesia.

Dari sisi kesenian, Tari Topeng Dermayon dan seni Genjring menonjolkan karakter masyarakat pesisir yang lugas dan dinamis. Warisan budaya ini terus dilestarikan di tengah gempuran modernisasi.

Baca juga : Haurgeulis Indramayu: Jejak Sejarah dan Kultur Lokal Tempo Dulu

Mengapa Mengetahui Sejarah Kota Itu Penting?

Mengunjungi kota tertua di Jawa Barat memberikan perspektif baru bagi kita. Kita tidak hanya menikmati keindahan alamnya, tetapi juga menghargai perjuangan para leluhur dalam membangun peradaban.

Kelima kota di atas membuktikan bahwa Jawa Barat memiliki fondasi pemerintahan, ekonomi, dan budaya yang kokoh sejak ratusan tahun lalu.

Sebagai generasi penerus, tugas kita adalah menjaga warisan ini agar tetap lestari. Apakah Anda sudah merencanakan perjalanan sejarah Anda berikutnya?

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini agar lebih banyak orang mengenal kekayaan sejarah provinsi Jawa Barat!

Related posts