Puncak Pinus Kertajaya, Destinasi Murah Meriah yang Kian Jadi Pelarian Favorit Wisatawan Priangan Timur

Puncak Pinus Kertajaya, Destinasi Murah Meriah yang Kian Jadi Pelarian Favorit Wisatawan Priangan Timur
Puncak Pinus Kertajaya Destinasi Baru Tempat Healing Buat GenZ

Setiap akhir pekan, arus kendaraan yang mengarah ke Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan, terus meningkat.

Wisatawan dari berbagai daerah memilih Puncak Pinus Kertajaya sebagai tempat melepas penat karena tiket masuk yang hanya Rp5.000 sudah memberikan pengalaman yang sulit ditolak: udara pegunungan, deretan pinus yang menjulang, serta panorama Gunung Ciremai yang memanjakan mata.

Hendri, warga Desa Karang Paningal yang berkunjung pada Rabu (26/11/2025), langsung menikmati pemandangan begitu ia tiba di area puncak.

Ia duduk di kursi kayu sambil menatap gugusan bukit hijau yang seolah menyentuh langit.

“Di sini mah cukup bayar lima ribu aja udah bisa menikmati pemandangan seindah ini,” ujarnya sambil menggendong anaknya.

Ia memilih destinasi ini karena ingin berlibur tanpa menguras tenaga dan biaya. “Bisa refreshing bareng keluarga, terus banyak spot fotonya juga,” tambahnya.

Akses Mudah dan Panorama Ciremai Jadi Magnet Utama

Daya tarik Puncak Pinus tidak hanya berasal dari keindahan alam.

Akses dari pusat Kota Ciamis yang hanya memakan waktu sekitar satu jam membuat tempat ini mudah dijangkau keluarga, komunitas, hingga wisatawan dari Kuningan dan Majalengka.

Begitu melewati gerbang wisata, pengunjung langsung berjalan menuju jembatan view point ikon utama kawasan ini.

Dari titik tersebut, Gunung Ciremai tampak kokoh saat cuaca cerah.

Anak-anak muda mengantre untuk mengabadikan momen, sementara keluarga memilih duduk di area bawah pinus menikmati suasana sejuk.

Ratusan pohon pinus menciptakan nuansa hening yang jarang ditemukan di tempat wisata populer.

Angin gunung dari utara menggerakkan dedaunan dan menghasilkan suara alami yang menenangkan.

Tak heran, banyak pengunjung memanfaatkan momen ini untuk “healing,” sebuah kebiasaan yang semakin populer setelah pandemi.

Fasilitas Lengkap, Kuliner Menggoda, dan Harga Ramah Wisatawan

BUMDes Kertajaya terus menambah fasilitas sejak tiga tahun terakhir.

Gazebo, musala, toilet, dan kursi di berbagai titik kini memudahkan pengunjung menikmati suasana tanpa berdesakan.

Deretan warung menyediakan kopi panas, gorengan, hingga nasi liwet paket yang selalu laris.

Seorang pedagang menyebut paket paling diminati wisatawan.

“Kalau yang mau pesan nasi liwet bisa satu paket Rp150 ribu, itu sama daging ayam, asin, sambal dan lainnya,” tuturnya.

Meski begitu, banyak keluarga memilih membawa bekal sendiri untuk botram agar semakin leluasa menikmati udara dingin khas Panawangan.

Area Camping Jadi Favorit Komunitas Outdoor

Bagi wisatawan muda, area camping di sisi utara menjadi pilihan utama.

Pengelola memasang tarif Rp10.000 per orang untuk yang ingin bermalam di bawah rindangnya pinus.

Namun, mereka mengingatkan bahwa pengunjung harus membawa tenda sendiri karena belum tersedia layanan penyewaan.

“Untuk yang kemping tiketnya beda, per orang Rp10 ribu. Kalau sewa tenda belum ada jadi harus bawa,” ujar salah satu pengelola.

Komunitas outdoor biasanya memilih titik tertinggi untuk menangkap momen matahari terbit yang muncul perlahan dari balik Gunung Ciremai, menghadirkan gradasi warna oranye yang spektakuler.

Wisata Tenang yang Menawarkan Kebahagiaan Sederhana

Puncak Pinus Kertajaya terus berkembang menjadi ruang pelarian bagi warga Priangan Timur yang ingin menenangkan diri tanpa biaya besar.

Keindahan alam, harga terjangkau, dan suasana damai menjadi alasan utama wisatawan datang kembali.

Mereka tidak mencari fasilitas mewah, mereka mencari ketenangan yang sulit ditemukan dalam rutinitas harian.

Puncak Pinus Kertajaya menawarkan itu, lengkap dengan udara dingin yang menyegarkan pikiran.

Related posts