Workshop Indramayu: Bedah Strategi Industri Atasi Masalah PDAM
HaurgeulisMedia.co.id – Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) mengambil langkah strategis dalam mempererat hubungan antara dunia pendidikan vokasi dan sektor industri melalui serangkaian diskusi mendalam. Upaya ini diwujudkan lewat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan workshop bertajuk Uji Lapangan dan Kolaborasi dengan Mitra Terkait Pembelajaran yang berlangsung pada 12 hingga 13 Oktober 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Lantai 1 Hotel Swiss-Belinn, Kabupaten Indramayu ini menjadi wadah krusial bagi akademisi dan praktisi untuk bertemu. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik Negeri Indramayu, Ir. Rofan Aziz, S.T., M.T., IPM, sebagai bagian dari rangkaian Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi (PRPTNV) tahun 2026.
Sinergi Akademisi dan Praktisi Lapangan
Koordinator Program Studi S1 Terapan Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, Jauharotul Maknunah, M.T., menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan tantangan nyata yang dihadapi industri. Salah satu mitra strategis yang dilibatkan dalam diskusi intensif ini adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Dalam forum tersebut, pihak kampus dan pihak industri duduk bersama untuk memetakan kendala teknis yang kerap terjadi di lapangan. Jauharotul menekankan bahwa pihaknya tidak hanya sekadar berdiskusi, tetapi juga berupaya menawarkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi.
Selain fokus pada pemecahan masalah teknis, kolaborasi ini juga membuka pintu bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kerja. Program magang di PDAM menjadi salah satu opsi konkret agar mahasiswa dapat mengaplikasikan teori instrumentasi dan kontrol yang mereka pelajari di kelas ke dalam skenario kerja yang sesungguhnya.
Meningkatkan Kualitas Lulusan Vokasi
Penguatan kemitraan ini merupakan implementasi dari target PRPTNV tahun 2026 yang menuntut perguruan tinggi untuk lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja. Dengan melibatkan mitra industri, proses pembelajaran diharapkan bergeser dari sekadar teori menuju pengalaman praktis yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini.
Senada dengan hal tersebut, dosen bidang instrumentasi, Indra Fitriyanto, menyambut positif keterlibatan aktif mahasiswa dalam FGD ini. Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan mitra industri seperti PDAM memberikan wawasan berharga mengenai realitas di lapangan.
Indra berharap bahwa ilmu instrumentasi yang diajarkan di kampus dapat menjadi solusi efektif bagi permasalahan teknis yang dihadapi PDAM. Ia menekankan pentingnya sinergi yang berkelanjutan agar hasil riset maupun inovasi dari perguruan tinggi dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh industri.
Keberlanjutan Program Kemitraan
Setelah merampungkan sesi diskusi bersama PDAM, rangkaian workshop ini tidak berhenti di sana. Politeknik Negeri Indramayu telah menjadwalkan kelanjutan program dengan menggandeng mitra strategis lainnya, yakni Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), pada 14 hingga 15 Oktober 2026.
Langkah ini mencerminkan komitmen kampus untuk terus memperluas jejaring kolaborasi di berbagai sektor. Bagi dunia pendidikan, kemitraan yang terjalin dengan beragam mitra industri diharapkan dapat:
Melalui integrasi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri, Indramayu diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Kolaborasi berkelanjutan ini menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang dihasilkan di kampus benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

























