HaurgeulisMedia.co.id – Kejadian kurang menyenangkan baru saja mewarnai gelaran bergengsi US Open 2026. Ajang tenis kelas dunia yang seharusnya menjadi panggung konsentrasi tinggi bagi para atlet, justru terganggu oleh ulah segelintir penonton yang lebih sibuk mengejar konten daripada menikmati pertandingan.
Naomi Osaka, petenis papan atas yang juga merupakan juara Grand Slam, akhirnya angkat bicara setelah dirinya merasa terganggu dengan perilaku para influencer di tribun. Bagi saya pribadi, melihat bagaimana sebuah olahraga dengan tradisi yang begitu luhur harus terganggu oleh kilatan lampu kamera, sungguh merupakan pemandangan yang cukup miris.
Insiden Ring Light di Tengah Pertandingan
Semuanya bermula saat Naomi Osaka bertanding melawan Anastasia Zakharova di babak pertama. Di tengah sengitnya perebutan poin, penonton yang diduga merupakan influencer tertangkap kamera menggunakan ring light terang untuk keperluan dokumentasi pribadi. Aksi ini tentu saja sangat mengganggu fokus pemain di lapangan.
Bukan hanya itu, kegaduhan juga terjadi di area VIP. Sejumlah kreator konten terlihat lebih fokus merekam diri sendiri alih-alih menyaksikan jalannya pertandingan. Situasi ini bahkan memaksa wasit untuk menghentikan sejenak jalannya laga demi meminta mereka kembali duduk dengan tertib.
Pentingnya Etiket dalam Olahraga Tenis
Kita perlu memahami bahwa tenis bukanlah olahraga yang bisa disaksikan dengan cara sembarangan. Cabang olahraga ini memiliki pakem etika yang sangat ketat, baik bagi pemain maupun penonton:
- Ketenangan mutlak: Penonton dilarang berteriak atau bersorak saat bola sedang dalam permainan.
- Waktu tepuk tangan: Apresiasi hanya boleh diberikan setelah poin benar-benar selesai.
- Perpindahan kursi: Penonton hanya diperbolehkan bergerak atau mencari tempat duduk saat pemain sedang bertukar sisi lapangan.
- Larangan Flash: Penggunaan lampu kilat atau peralatan fotografi tambahan sangat dilarang karena dapat memecah konsentrasi atlet yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi.
Seorang penonton bernama Katherine Finch sempat mengunggah kekacauan tersebut ke media sosial. Ia menyoroti bagaimana para influencer tersebut berpindah-pindah tempat demi mendapatkan sudut foto terbaik, yang pada akhirnya menghalangi pandangan penonton lain dan menciptakan kebisingan yang tidak perlu.
Tanggapan Naomi Osaka

“Menurut saya, jelas sekali bahwa jika Anda datang ke sebuah acara olahraga, Anda harus menghormati olahraga tersebut. Saya merasa upaya mempopulerkan tenis di kalangan audiens tertentu bisa menjadi hal yang positif, namun pelaksanaannya harus dikelola jauh lebih baik,” ujar Naomi Osaka terkait insiden tersebut.
Naomi mengaku bahwa dirinya jarang memperhatikan penonton saat bertanding karena fokus penuh pada lapangan. Namun, kali ini suara teriakan dan gangguan di tribun terdengar sangat jelas. Ia bahkan merasa prihatin karena hal ini tidak hanya mengganggu dirinya, tetapi juga lawan mainnya di lapangan.
Langkah Preventif dari Penyelenggara
Menanggapi insiden ini, pihak penyelenggara turnamen lain, seperti Wimbledon, mulai mengambil langkah tegas. Mereka dikabarkan melarang penggunaan ring light dan peralatan konten serupa di area stadion. Jika kedapatan membawa, peralatan tersebut akan langsung disita oleh petugas keamanan.
Berbeda dengan US Open 2026 yang memberikan akses resmi kepada sekitar 100 influencer, Wimbledon memilih untuk tidak memfasilitasi kreator konten secara khusus. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa saat menghadiri sebuah acara, menghargai aturan dan kenyamanan orang lain adalah etika dasar yang tidak boleh ditinggalkan, terlepas dari seberapa penting konten yang ingin kita buat.
Bagaimana menurutmu? Apakah kehadiran influencer di ajang olahraga profesional memang perlu dibatasi demi menjaga marwah pertandingan?





