Kabar kurang menyenangkan mengguncang industri hiburan Korea Selatan di awal tahun 2026 ini. Dua nama besar, Lee Seung Gi dan Baekhyun EXO, kini tengah menghadapi situasi pelik terkait tempat tinggal mereka. Bukan karena skandal pribadi, melainkan imbas dari masalah hukum yang menjerat pemilik properti tempat mereka bernaung.
Hunian super mewah yang mereka tempati di kawasan elite Hannam-dong, Seoul, dikabarkan berada di ujung tanduk. Laporan terbaru menyebutkan bahwa otoritas pajak setempat telah membekukan aset tersebut, memicu kekhawatiran di kalangan penggemar mengenai nasib finansial kedua bintang ini.
Mengapa Rumah Lee Seung Gi & Baekhyun Terancam Disita?
Hunian mewah Lee Seung Gi dan Baekhyun EXO di kompleks vila Lanuvo, Hannam-dong, dilaporkan telah disita oleh Layanan Pajak Nasional Korea Selatan. Penyitaan aset ini merupakan dampak langsung dari kegagalan pemilik properti, Cha Ga Won, dalam melunasi tunggakan pajak dalam jumlah masif serta dugaan keterlibatan dalam kasus penipuan.
Informasi yang beredar pada Jumat (23/1/2026) mengonfirmasi bahwa Cha Ga Won, yang juga dikenal sebagai pimpinan One Hundred (perusahaan induk label artis tersebut), sedang menghadapi gugatan hukum serius. Akibat kelalaian manajemen keuangan sang pemilik, aset real estat miliknya, termasuk yang ditinggali oleh kedua artis papan atas tersebut, kini berada dalam penguasaan negara.
Ancaman Kerugian Ratusan Miliar Rupiah
Masalah ini bukan sekadar soal pindah rumah. Di Korea Selatan, sistem sewa yang umum digunakan adalah Jeonse, di mana penyewa menyetorkan uang deposit dalam jumlah fantastis di awal masa sewa, yang nantinya akan dikembalikan utuh saat kontrak berakhir.
Lee Seung Gi dan Baekhyun diketahui telah menyetorkan dana Jeonse dengan nilai yang membuat publik tercengang:
-
Baekhyun EXO: Deposit sekitar 16 Miliar KRW (setara Rp181 Miliar).
-
Lee Seung Gi: Deposit sekitar 10,5 Miliar KRW (setara Rp119 Miliar).
Yang membuat situasi ini semakin kritis adalah fakta bahwa dana deposit tersebut didapatkan melalui pinjaman atas nama pribadi. Jika properti tersebut masuk ke tahap lelang oleh negara untuk menutupi utang pajak Cha Ga Won, posisi penyewa (dalam hal ini Lee Seung Gi dan Baekhyun) berada dalam risiko tinggi.
Skenario Terburuk: Kehilangan Uang dan Terlilit Utang
Para pakar properti dan hukum di Korea Selatan memperingatkan skenario terburuk yang mungkin terjadi. Dalam kasus penyitaan aset oleh negara karena pajak, pengembalian uang deposit penyewa seringkali tidak menjadi prioritas utama dibandingkan pelunasan utang pajak kepada negara.
Jika vila mewah di Hannam-dong tersebut dilelang dengan harga di bawah pasar, ada kemungkinan besar uang deposit Jeonse mereka tidak akan kembali 100 persen, atau bahkan hilang sama sekali.
Implikasinya sangat fatal bagi kondisi finansial kedua artis:
-
Kehilangan Tempat Tinggal: Mereka harus segera mengosongkan unit yang disita.
-
Dana Deposit Hangus: Uang ratusan miliar rupiah tidak kembali.
-
Beban Utang: Mereka tetap berkewajiban melunasi pinjaman bank yang digunakan untuk membayar deposit tersebut beserta bunganya.
Sosok Cha Ga Won dan Krisis Kepercayaan
Sorotan tajam kini tertuju pada Cha Ga Won. Sebagai figur sentral di balik perusahaan One Hundred, manajemen keuangannya yang buruk dinilai telah membahayakan stabilitas para artis di bawah naungannya. Gugatan hukum senilai puluhan miliar won yang sedang berjalan semakin memperburuk citra perusahaan.
Publik menilai insiden ini sebagai peringatan keras bagi para selebriti dalam memilih hunian dan mitra bisnis. Kasus kegagalan pengembalian uang Jeonse memang sedang menjadi isu sosial yang panas di Korea Selatan, namun jarang sekali melibatkan angka kerugian sebesar yang dialami oleh Lee Seung Gi dan Baekhyun.
Saat ini, tim hukum dari kedua belah pihak diprediksi sedang bekerja keras mencari celah solusi agar deposit bisa diselamatkan sebelum palu lelang benar-benar diketuk. Penggemar hanya bisa berharap ada jalan keluar terbaik agar idola mereka tidak jatuh bangkrut akibat kelalaian pihak lain.





