Camat Haurgeulis Sambut Mahasiswa KKN UNPAD: Sinergi Bangun Desa

Camat Haurgeulis Sambut Mahasiswa KKN UNPAD: Sinergi Bangun Desa
Camat Haurgeulis Sambut Mahasiswa KKN UNPAD: Sinergi Bangun Desa

Awal pekan ini, suasana Kantor Kecamatan Haurgeulis terasa lebih hidup dan penuh semangat intelektual. Tepat pada hari Senin (12/1/2026), sebuah momentum penting bagi pembangunan desa terjadi. Camat Haurgeulis Mahasiswa KKN UNPAD bertemu dalam satu forum resmi. Agenda ini menandai dimulainya masa pengabdian ratusan mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) di tanah Haurgeulis.

Acara penyambutan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Camat Haurgeulis, Rory Firmansyah, S.STP., M.Si. Tidak sendirian, Rory didampingi oleh jajaran Pemerintah Kecamatan serta para Kepala Desa (Kuwu) yang wilayahnya akan menjadi lokasi tempat tinggal dan mengabdi para mahasiswa.

Read More

Apa Itu Program KKN UNPAD di Haurgeulis? Program ini adalah bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana mahasiswa UNPAD terjun langsung ke desa-desa di Kecamatan Haurgeulis untuk melakukan pengabdian masyarakat. Fokus utamanya adalah menyelaraskan ilmu akademik dengan kebutuhan riil warga melalui pemberdayaan ekonomi, edukasi, dan optimalisasi potensi lokal.

Sambutan Hangat dan Harapan Rory Firmansyah

Dalam pidato sambutannya, Rory Firmansyah tidak sekadar menunaikan kewajiban protokoler. Ia menyampaikan apresiasi yang tulus dan mendalam kepada pihak Universitas Padjadjaran yang telah mempercayakan wilayahnya sebagai laboratorium sosial bagi para mahasiswa.

Bagi Rory, kehadiran mahasiswa bukan sekadar rutinitas tahunan akademik. Ia melihat peluang besar dalam kolaborasi ini. Energi muda yang dibawa oleh mahasiswa diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan yang positif bagi wajah desa-desa di Haurgeulis.

“Kami berharap program KKN ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban SKS, tapi berikanlah jejak yang membekas,” tegas Rory di hadapan para mahasiswa.

Tiga Pilar Fokus Pengabdian

Camat Haurgeulis secara spesifik menyoroti beberapa sektor yang membutuhkan sentuhan inovasi dari para mahasiswa. Ia tidak ingin program kerja yang disusun nantinya melenceng dari kebutuhan dasar masyarakat.

Berikut adalah tiga pilar utama yang ditekankan oleh Rory Firmansyah:

  • Pemberdayaan Ekonomi: Membantu UMKM desa naik kelas melalui strategi pemasaran digital atau inovasi produk.

  • Edukasi Masyarakat: Meningkatkan literasi warga, baik itu literasi pendidikan formal maupun literasi digital.

  • Penggalian Potensi Desa: Memetakan sumber daya alam atau pariwisata tersembunyi yang bisa dikembangkan menjadi aset desa.

Kunci Sukses: Sinergi dan Adaptasi

Lebih jauh, Rory Firmansyah memberikan “kunci rahasia” agar program KKN ini sukses. Kuncinya adalah Sinergi. Ia mengingatkan mahasiswa untuk tidak berjalan sendiri-sendiri atau merasa lebih tahu daripada warga lokal. Kolaborasi yang erat antara mahasiswa, perangkat desa (Pemdes), dan tokoh masyarakat adalah harga mati.

“Pemahaman terhadap karakteristik wilayah adalah kunci agar program yang dijalankan tepat sasaran,” tambah Rory. Ia meminta mahasiswa untuk segera melakukan pendekatan persuasif kepada warga.

Membumi Bersama Warga

Pesan sang Camat sangat jelas: Mahasiswa harus bisa membumi. Adaptasi budaya dan kemampuan komunikasi sosial akan sangat diuji di sini. Rory menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari seberapa canggih ide yang dibawa, tetapi seberapa besar manfaat berkelanjutan yang dirasakan warga bahkan setelah mahasiswa pulang ke kampus.

Program KKN UNPAD di Haurgeulis ini sejatinya dirancang sebagai jembatan. Jembatan yang menghubungkan teori ideal di bangku kuliah dengan realitas sosial yang kompleks di lapangan. Pemerintah Kecamatan Haurgeulis optimis, dengan semangat kolaborasi ini, percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas sosial kemasyarakatan di wilayah Haurgeulis dapat terwujud lebih cepat.

Kini, bola ada di tangan para mahasiswa. Warga Haurgeulis menanti kiprah nyata, ide kreatif, dan kerja keras mereka untuk bersama-sama membangun desa menuju masa depan yang lebih cerah.

Related posts