Kadiskominfo: Awasi Gawai Anak Agar Bijak, Ini Imbauannya

Kadiskominfo: Awasi Gawai Anak Agar Bijak, Ini Imbauannya

HaurgeulisMedia.co.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ciamis, Herdiat, menyerukan kepada seluruh orang tua untuk secara aktif mengawasi dan membimbing penggunaan gawai di kalangan anak-anak mereka. Imbauan ini disampaikan sebagai respons terhadap semakin meluasnya penetrasi teknologi digital di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan keluarga.

Herdiat menekankan bahwa gawai, meskipun menawarkan banyak manfaat positif dalam hal akses informasi dan edukasi, juga menyimpan potensi risiko yang signifikan jika tidak digunakan secara bijak. Oleh karena itu, peran serta pengawasan orang tua menjadi kunci utama dalam memastikan anak-anak tumbuh kembang dengan sehat di era digital ini.

Pesan ini digaungkan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Herdiat melihat peringatan ini sebagai momen yang sangat tepat untuk mengingatkan kembali pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertahanan pertama dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berakhlak mulia.

Keluarga, menurut Herdiat, adalah lingkungan pertama dan utama di mana anak-anak belajar tentang nilai-nilai kehidupan, etika, dan norma sosial. Dalam konteks digital, keluarga juga memiliki tanggung jawab besar untuk mengajarkan literasi digital yang baik kepada anak-anak.

Literasi digital mencakup pemahaman tentang bagaimana menggunakan teknologi secara aman, kritis, dan bertanggung jawab. Ini berarti orang tua perlu membekali anak-anak dengan kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan salah, mengenali potensi bahaya di dunia maya, serta menjaga privasi mereka.

Herdiat menguraikan beberapa langkah konkret yang dapat diambil oleh orang tua. Pertama, menetapkan batasan waktu penggunaan gawai. Anak-anak seringkali cenderung larut dalam penggunaan gawai tanpa menyadari waktu yang telah dihabiskan. Orang tua dapat membantu dengan menetapkan jadwal harian atau mingguan untuk penggunaan gawai, serta memastikan ada waktu yang cukup untuk aktivitas lain seperti belajar, bermain di luar rumah, dan berinteraksi dengan keluarga.

Kedua, memantau konten yang diakses. Penting bagi orang tua untuk mengetahui jenis aplikasi, situs web, dan konten apa saja yang diakses oleh anak-anak mereka. Ini bukan berarti melakukan pengawasan yang berlebihan hingga menghilangkan privasi anak, melainkan bentuk perhatian untuk melindungi mereka dari konten negatif, kekerasan, pornografi, atau ajakan yang tidak pantas.

Ketiga, berkomunikasi secara terbuka. Orang tua perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak mereka mengenai pengalaman mereka saat menggunakan gawai. Tanyakan apa yang mereka lihat, pelajari, atau rasakan saat online. Dengan begitu, anak-anak akan merasa nyaman untuk berbagi jika mereka menemukan sesuatu yang membuat mereka khawatir atau tidak nyaman.

Keempat, menjadi contoh yang baik. Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka. Jika orang tua terlihat terlalu sering terpaku pada gawai, maka anak-anak pun kemungkinan besar akan mengadopsi kebiasaan yang sama. Oleh karena itu, orang tua perlu menunjukkan keseimbangan dalam penggunaan gawai dan memberikan prioritas pada interaksi tatap muka serta aktivitas keluarga.

Herdiat juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai keamanan siber. Anak-anak perlu diajarkan untuk tidak sembarangan membagikan informasi pribadi seperti nama lengkap, alamat, nomor telepon, atau foto pribadi kepada orang yang tidak dikenal di dunia maya. Mereka juga perlu memahami risiko dari cyberbullying dan bagaimana cara melaporkannya.

Diskominfo Kabupaten Ciamis, melalui imbauan ini, berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para orang tua, akan tanggung jawab mereka dalam membimbing generasi muda menghadapi tantangan di era digital. Penggunaan gawai yang bijak akan berkontribusi pada pembentukan anak-anak yang cerdas, kritis, aman, dan berkarakter.

Lebih lanjut, Herdiat menambahkan bahwa kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan pemerintah sangat diperlukan. Sekolah dapat berperan dalam memberikan edukasi literasi digital kepada siswa, sementara pemerintah dapat mendukung melalui program-program sosialisasi dan penyediaan sumber daya edukatif.

Fokus pada peringatan Harganas ini juga menggarisbawahi bahwa keluarga adalah unit terkecil yang memiliki kekuatan luar biasa dalam membentuk masa depan bangsa. Dengan keluarga yang kuat dan sadar akan perkembangan teknologi, diharapkan generasi penerus bangsa dapat tumbuh menjadi individu yang unggul, berdaya saing, namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur.

Orang tua diharapkan tidak hanya membatasi, tetapi juga mengarahkan penggunaan gawai menjadi alat yang bermanfaat. Misalnya, memanfaatkan aplikasi edukatif, sumber belajar daring, atau bahkan platform kreatif yang dapat mengembangkan bakat anak.

Mengakhiri pernyataannya, Herdiat kembali menegaskan bahwa pengawasan orang tua bukanlah bentuk kekangan, melainkan bentuk kasih sayang dan perlindungan. Dengan bimbingan yang tepat, gawai dapat menjadi jendela dunia yang positif bagi anak-anak, bukan sebaliknya.

Pos terkait