Ciptakan Tenaga Kerja Siap Pakai, 96 Peserta Ikuti PBK 2026

Ciptakan Tenaga Kerja Siap Pakai, 96 Peserta Ikuti PBK 2026

HaurgeulisMedia.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat, secara resmi membuka Pelatihan Peningkatan Keterampilan Berbasis Kompetensi (PBK) pada Senin, 22 Juni 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan siap pakai di pasar kerja. Sebanyak 96 peserta dari berbagai latar belakang antusias mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan.

Kepala Disnaker Indramayu, Bapak Ahmad Sanusi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PBK merupakan salah satu upaya strategis pemkab dalam menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja yang kian dinamis.

Beliau menekankan pentingnya peningkatan keterampilan agar lulusan pelatihan tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga memiliki kompetensi yang diakui oleh industri.

Program PBK 2026 ini dirancang untuk membekali peserta dengan keahlian yang relevan dengan sektor-sektor yang sedang berkembang pesat.

Terdapat beberapa pilihan program pelatihan yang ditawarkan, mencakup bidang-bidang seperti manufaktur, perhotelan, dan teknologi informasi.

Setiap program pelatihan dirancang secara komprehensif, menggabungkan teori dengan praktik langsung.

Peserta akan dibimbing oleh instruktur yang berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Hal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam dan kemampuan praktis yang memadai.

Salah satu tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Indramayu.

Dengan memiliki keterampilan yang sesuai dengan permintaan pasar, peluang kerja bagi para lulusan diharapkan akan semakin terbuka lebar.

Pemkab Indramayu berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia.

Melalui program-program seperti PBK ini, diharapkan Indramayu dapat memiliki angkatan kerja yang kompetitif dan berdaya saing.

Bapak Sanusi juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

Beliau berpesan agar para peserta bersungguh-sungguh dalam mengikuti setiap sesi pelatihan.

Ketekunan dan kemauan untuk belajar adalah kunci utama dalam menguasai keterampilan baru.

Lebih lanjut, beliau menyoroti pentingnya sertifikasi kompetensi yang akan diperoleh peserta setelah menyelesaikan pelatihan.

Sertifikat ini akan menjadi bukti formal atas keterampilan yang dimiliki dan dapat menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan.

Disnaker Indramayu telah menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga sertifikasi profesi untuk memastikan kualitas dan pengakuan sertifikat yang diterbitkan.

Kolaborasi ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kredibilitas program PBK.

Salah seorang peserta, Ibu Siti Aminah, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan.

Beliau berharap pelatihan ini dapat membantunya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik untuk menghidupi keluarganya.

“Saya sangat antusias mengikuti pelatihan ini, apalagi saya memilih program yang sesuai dengan minat saya di bidang perhotelan,” ujar Ibu Siti.

Beliau menambahkan bahwa fasilitas yang disediakan cukup memadai dan para instruktur sangat mendukung.

Peserta lain, Bapak Budi Santoso, optimis bahwa keahlian yang didapat dari pelatihan ini akan membuka peluang karirnya di sektor manufaktur.

Ia mengaku telah lama ingin meningkatkan keterampilannya di bidang teknik.

PBK 2026 ini menjadi jembatan baginya untuk meraih cita-cita tersebut.

“Saya berharap setelah lulus dari pelatihan ini, saya bisa langsung bekerja di perusahaan yang membutuhkan tenaga ahli di bidang yang saya pelajari,” kata Bapak Budi.

Beliau juga berterima kasih kepada Pemkab Indramayu atas inisiatif positif ini.

Program PBK ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Indramayu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan adanya tenaga kerja yang terampil, diharapkan investasi di Indramayu juga akan meningkat.

Hal ini tentu akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Pihak Disnaker Indramayu juga berencana untuk terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas program pelatihan.

Masukan dari peserta dan industri akan sangat berharga untuk perbaikan program di masa mendatang.

Tujuannya adalah agar pelatihan yang diberikan selalu relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

Pembukaan PBK 2026 ini menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya Pemkab Indramayu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

Dengan 96 peserta yang siap ditempa, diharapkan lahir generasi profesional yang mampu berkontribusi pada pembangunan daerah.

Diharapkan pula, program ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan hal serupa.

Investasi pada sumber daya manusia adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan imbal hasil yang signifikan.

Pos terkait