Larangan Petasan di Indramayu: Imbauan Tegas Lucky Hakim

Larangan Petasan di Indramayu: Imbauan Tegas Lucky Hakim

Jelang pergantian tahun, larangan petasan di Indramayu kembali disuarakan dengan tegas oleh pemerintah daerah. Momen perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya identik dengan keriuhan, tahun ini diharapkan dapat berlangsung lebih khidmat, aman, dan kondusif.

Bagi seluruh Sedulur Indramayu, seruan ini bukan sekadar aturan formalitas, melainkan bentuk kepedulian nyata antarwarga. Pemerintah Kabupaten Indramayu, di bawah arahan Bupati Lucky Hakim dan Syaefudin, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri dari penggunaan bahan peledak berbahaya demi keselamatan bersama.

Read More

Pentingnya Mematuhi Larangan Petasan di Indramayu

Imbauan untuk tidak menyalakan petasan ini disampaikan langsung sebagai respons terhadap risiko tinggi yang mengintai selama perayaan malam pergantian tahun. Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjadi prioritas utama yang harus dijaga.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, bersama Syaefudin, menekankan bahwa tanggung jawab menjaga kondusivitas wilayah bukan hanya tugas aparat keamanan, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga.

Ada beberapa poin krusial yang ditekankan dalam larangan ini:

  • Petasan: Segala jenis mercon yang menimbulkan ledakan.

  • Kembang Api Berdaya Ledak Tinggi: Kembang api yang tidak sesuai standar keselamatan.

  • Bahan Pemicu Kebisingan: Segala alat yang mengganggu kenyamanan istirahat warga.

Tujuan utamanya sangat jelas: mencegah terjadinya korban jiwa akibat ledakan, menghindari potensi kebakaran di permukiman padat, serta menjaga kenyamanan masyarakat, terutama bagi balita, lansia, dan orang sakit yang sensitif terhadap suara keras.

Dasar Hukum dan Aturan yang Berlaku

Langkah tegas mengenai larangan petasan di Indramayu ini tidak diambil secara sepihak. Kebijakan ini merujuk pada regulasi yang lebih tinggi untuk memastikan keseragaman keamanan di seluruh wilayah.

Dasar aturan yang menjadi pegangan meliputi:

  1. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI: Mengatur tentang pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum selama libur Nataru.

  2. Surat Edaran Gubernur Jawa Barat: Instruksi spesifik untuk wilayah Jawa Barat guna meminimalisir potensi bencana sosial dan kecelakaan akibat bahan peledak.

Dengan adanya landasan hukum ini, masyarakat diharapkan paham bahwa pelanggaran terhadap penggunaan bahan peledak dapat berimplikasi pada sanksi hukum. Aparat penegak hukum akan melakukan patroli rutin untuk memastikan tidak ada peredaran atau penggunaan petasan yang membahayakan.

Mengapa Petasan Sangat Berbahaya?

Seringkali kita menganggap remeh bahaya petasan karena dianggap sebagai tradisi tahunan. Namun, data menunjukkan bahwa kecelakaan akibat petasan sering terjadi, mulai dari luka bakar serius, cacat permanen, hingga kebakaran rumah yang merugikan banyak pihak.

Faktor risiko meliputi:

  • Ketidakstabilan Bahan Kimia: Petasan rakitan atau kualitas rendah sering meledak sebelum waktunya.

  • Polusi Suara: Tingkat desibel yang ekstrem dapat merusak pendengaran dan memicu stres pada hewan peliharaan serta warga sekitar.

  • Polusi Udara: Asap sisa pembakaran petasan mengandung zat berbahaya bagi pernapasan.

Oleh karena itu, meninggalkan budaya membakar petasan adalah langkah cerdas untuk melindungi keluarga dan lingkungan kita sendiri.

Alternatif Merayakan Tahun Baru yang Lebih Bermakna

Tanpa suara ledakan, bukan berarti perayaan tahun baru menjadi sepi. Justru, momentum ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih positif dan mempererat tali silaturahmi.

Berikut beberapa ide perayaan aman yang bisa dilakukan Sedulur Indramayu:

1. Doa Bersama dan Refleksi Diri Mengikuti anjuran pemerintah, mengadakan doa bersama di lingkungan RT/RW atau tempat ibadah akan jauh lebih bermanfaat untuk menyongsong tahun depan yang lebih baik.

2. Kulineran Bersama Keluarga Indramayu kaya akan kuliner lezat. Menghabiskan waktu dengan “bancakan” atau makan bersama keluarga di rumah menciptakan kehangatan yang tidak bisa digantikan oleh kembang api manapun.

3. Menikmati Hiburan Digital Menonton film bersama atau menikmati konten hiburan di rumah bisa menjadi opsi yang aman dan hemat biaya.

Peran Serta Masyarakat dalam Menjaga Kondusivitas

Keberhasilan larangan petasan di Indramayu sangat bergantung pada partisipasi aktif warga. Masyarakat diimbau untuk tidak segan melaporkan jika menemukan penjual atau pengguna petasan yang meresahkan di lingkungan mereka kepada aparat setempat atau Satpol PP.

Bupati Lucky Hakim dan Syaefudin menutup imbauan ini dengan harapan besar:

“Mari ciptakan suasana yang kondusif agar perayaan di penghujung tahun ini tetap terasa hangat dan berkesan bagi seluruh keluarga di Indramayu. Sehat dan selamat untuk kita semua!”

Mari kita buktikan bahwa warga Indramayu adalah masyarakat yang taat aturan, peduli keselamatan, dan mampu merayakan kegembiraan dengan cara yang elegan dan aman.

Dengan mematuhi aturan ini, kita tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga menjaga senyum orang-orang terkasih di sekitar kita. Selamat menyambut Tahun Baru dengan penuh harapan dan kedamaian.

Related posts