HaurgeulisMedia.co.id – Semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Blok Bojong, Desa Jatisawit Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, patut menjadi teladan. Selama 17 tahun berturut-turut, tradisi penyembelihan hewan kurban secara terpusat di Masjid Jami Al-Falah telah menjadi bukti nyata kekompakan warga.
Kegiatan yang telah berlangsung sejak tahun 2007 ini bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antarwarga. Inisiatif ini bermula dari keinginan untuk mengoptimalkan pelaksanaan ibadah kurban agar lebih terorganisir dan efisien.
Sebelum adanya sistem terpusat ini, penyembelihan hewan kurban seringkali dilakukan secara terpisah di rumah masing-masing warga. Hal ini terkadang menimbulkan tantangan dalam hal pengelolaan limbah serta distribusi daging kurban yang terkadang kurang merata.
Dengan adanya pengelolaan terpusat di Masjid Jami Al-Falah, seluruh proses mulai dari penerimaan hewan kurban, penyembelihan, hingga pembagian daging dilakukan secara bersama-sama. Pendekatan ini memungkinkan pendistribusian daging kurban yang lebih adil dan merata kepada seluruh warga yang berhak menerimanya.
Ketua DKM Masjid Jami Al-Falah, Bapak H. Ahmad Subhi, mengungkapkan rasa syukurnya atas konsistensi warga dalam menjalankan tradisi ini. “Alhamdulillah, sudah 17 tahun kami melaksanakan kurban terpusat. Ini semua berkat kerja sama dan semangat gotong royong seluruh warga Blok Bojong,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya melibatkan kaum pria dalam proses penyembelihan, tetapi juga kaum wanita yang berperan aktif dalam persiapan, pengolahan, hingga pembagian daging. Kerjasama lintas generasi juga terlihat jelas, di mana para pemuda turut aktif membantu kelancaran acara.
Semangat gotong royong ini terlihat nyata saat panitia kurban bekerja bahu-membahu sejak pagi hingga sore hari. Peralatan disiapkan, area penyembelihan dibersihkan, dan setiap tahapan pelaksanaan dilakukan dengan cermat.
Proses pembagian daging kurban juga menjadi momen yang dinanti. Sistem kupon dibagikan kepada setiap kepala keluarga, memastikan bahwa setiap rumah tangga mendapatkan haknya secara adil. Hal ini menghindari potensi kecemburuan sosial dan memastikan kebahagiaan dirasakan oleh seluruh warga.
Baca juga: Fashion Show TK Aisyiyah Haurgeulis: Gemes & Percaya Diri, Orang Tua Terpukau
Lebih dari sekadar pembagian daging, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya berbagi dan nilai-nilai kebersamaan dalam Islam. Para pemuda diajak untuk terlibat langsung, belajar tentang tata cara penyembelihan yang benar, serta memahami makna ibadah kurban.
Tradisi ini juga memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan. Dengan adanya satu titik pusat penyembelihan, pengelolaan limbah kurban menjadi lebih mudah dan terkontrol. Panitia kurban memastikan bahwa seluruh sisa-sisa penyembelihan dikelola dengan baik sesuai dengan prinsip syariat dan kesehatan lingkungan.
Keberhasilan program kurban terpusat di Blok Bojong ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Indramayu, bahkan mungkin di wilayah yang lebih luas. Ini menunjukkan bahwa dengan niat yang tulus dan kerja sama yang solid, sebuah tradisi dapat dipertahankan dan dikembangkan menjadi lebih baik dari tahun ke tahun.
Bapak H. Ahmad Subhi berharap tradisi baik ini dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang. “Kami berharap tradisi ini akan terus berlanjut, bahkan semakin baik lagi. Ini adalah bukti bahwa kebersamaan dan gotong royong masih hidup di masyarakat kita,” tuturnya penuh harap.
Keberadaan Masjid Jami Al-Falah sebagai pusat kegiatan juga semakin memperkuat peran masjid sebagai sentra kehidupan bermasyarakat. Bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai wadah untuk kegiatan sosial kemasyarakatan yang positif.
Dukungan dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat juga menjadi faktor penting dalam kelancaran acara ini. Sinergi antara warga, pengurus masjid, dan pemerintah daerah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelaksanaan kegiatan keagamaan dan sosial.
Melalui kegiatan kurban terpusat ini, masyarakat Blok Bojong tidak hanya menjalankan perintah agama, tetapi juga membangun pondasi sosial yang kuat. Semangat saling membantu, berbagi, dan peduli terhadap sesama menjadi nilai-nilai luhur yang terus dipupuk.
Selama 17 tahun, Blok Bojong telah membuktikan bahwa tradisi dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensinya. Dengan inovasi dan kekompakan, mereka berhasil menciptakan sebuah model pelaksanaan ibadah kurban yang efisien, adil, dan penuh keberkahan.





