TNI dan Petugas Kesehatan Bersinergi Berantas DBD Lewat Fogging di Krangkeng

TNI dan Petugas Kesehatan Bersinergi Berantas DBD Lewat Fogging di Krangkeng

HaurgeulisMedia.co.id – Upaya pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) terus digencarkan di wilayah Kabupaten Indramayu. Petugas kesehatan bersama dengan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) bahu-membahu melakukan kegiatan fogging atau pengasapan di permukiman warga.

Fokus utama kegiatan ini adalah di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, yang menjadi salah satu area rentan terhadap serangan nyamuk Aedes aegypti, vektor pembawa virus DBD.

Langkah proaktif ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi peningkatan kasus DBD, terutama menjelang musim penghujan yang kerap dikaitkan dengan berkembang biaknya nyamuk.

Kegiatan fogging ini melibatkan tim gabungan dari Dinas Kesehatan setempat dan jajaran TNI, menunjukkan sinergi yang kuat antara instansi pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Pihak TNI mengerahkan personelnya untuk membantu proses penyemprotan insektisida di berbagai titik strategis di permukiman warga Krangkeng.

Tujuannya adalah membasmi nyamuk dewasa yang berpotensi menularkan virus DBD, sehingga memutus rantai penularan penyakit tersebut.

Petugas kesehatan turut mendampingi dan memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Mereka menjelaskan bahwa fogging hanyalah salah satu solusi jangka pendek, sementara pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang, serta Plus dengan menanam tumbuhan pengusir nyamuk dan menggunakan larvasida) adalah kunci utama pencegahan.

Kegiatan fogging dilakukan secara menyeluruh, mencakup area pemukiman padat penduduk, sekolah, fasilitas umum, dan tempat-tempat lain yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Prioritas diberikan pada lingkungan yang terindikasi memiliki kasus DBD atau berada di zona merah.

Personel TNI yang terlibat tampak sigap dalam menjalankan tugasnya, memastikan setiap sudut permukiman terjangkau oleh cairan insektisida.

Mereka berkoordinasi erat dengan petugas kesehatan untuk menentukan area prioritas fogging.

Kepala Puskesmas Krangkeng, dr. Ani Susanti, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan respons cepat terhadap laporan adanya peningkatan kasus DBD di beberapa wilayah Kecamatan Krangkeng.

“Kami tidak bisa tinggal diam melihat potensi penyebaran DBD yang mengancam kesehatan warga. Sinergi dengan TNI ini sangat membantu kami dalam menjangkau area yang lebih luas dan efektif,” ujar dr. Ani.

Ia menambahkan bahwa pencegahan DBD memerlukan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

“Fogging ini sifatnya hanya membasmi nyamuk dewasa, namun yang terpenting adalah kesadaran warga untuk memberantas sarang nyamuk di rumah masing-masing,” tegasnya.

Komandan Koramil Krangkeng, Kapten Inf. Budi Santoso, menegaskan komitmen TNI dalam mendukung program kesehatan masyarakat.

Baca juga: Haru Menyertai Keberangkatan Jamaah Haji Kloter 21, Camat Haurgeulis Beri Pesan Menyentuh

“Kami siap membantu pemerintah daerah dalam upaya pencegahan penyakit yang dapat merugikan masyarakat. Kesehatan adalah prioritas, dan kami akan terus bersinergi dengan Dinas Kesehatan,” kata Kapten Budi.

Ia juga mengimbau seluruh Babinsa untuk terus memantau kondisi kesehatan di wilayah binaannya dan melaporkan setiap potensi wabah.

Selain fogging, petugas gabungan juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga mengenai cara-cara pencegahan DBD yang efektif.

Mereka memberikan penyuluhan tentang pentingnya kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang baik, dan cara mencegah genangan air yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Warga menyambut baik kegiatan ini dan menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka.

Ibu Siti, salah seorang warga Krangkeng, mengaku lega dengan adanya kegiatan fogging ini.

“Kami sangat khawatir dengan DBD, apalagi anak-anak sering bermain di luar. Dengan adanya fogging ini, kami merasa lebih tenang,” ungkapnya.

Namun, ia juga menyadari pentingnya menjaga kebersihan di rumah.

“Kami akan terus menerapkan 3M Plus di rumah agar nyamuk tidak bisa berkembang biak,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Kesehatan terus berupaya menekan angka kasus DBD.

Berbagai program pencegahan, termasuk fogging dan gerakan PSN, digalakkan secara rutin di seluruh wilayah.

Kolaborasi antara TNI, petugas kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman DBD.

Upaya pencegahan dini seperti ini menjadi kunci untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang lebih rentan terhadap penyakit ini.

Dengan kesadaran dan partisipasi aktif dari semua pihak, diharapkan Kabupaten Indramayu dapat terbebas dari ancaman penyakit demam berdarah.

Pos terkait