HaurgeulisMedia.co.id – Dunia hiburan internasional dikejutkan dengan kabar mengejutkan mengenai penyanyi muda D4vd, yang bernama asli David Burke, yang kini menghadapi dakwaan hukum yang sangat serius. Ia didakwa atas sejumlah tindak pidana berat, termasuk pembunuhan tingkat pertama, tindakan asusila terhadap anak di bawah umur, dan mutilasi tubuh.
Peristiwa tragis ini berpusat pada hilangnya Celeste Rivas Hernandez, yang terakhir kali terlihat hampir setahun lalu. Tubuh korban yang malang ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan di dalam sebuah mobil Tesla yang diduga milik pelaku, ditemukan dalam keadaan terbengkalai.
Pada Senin, (20/4) waktu Amerika Serikat, penyanyi berusia 21 tahun tersebut secara resmi mengajukan pembelaan tidak bersalah atas semua tuduhan yang dihadapinya.
Dalam sidang perdana yang digelar, David Burke hadir di ruang tahanan dengan mengenakan pakaian serba hitam, terpisah dari pihak lain di balik kaca pengaman. Hakim memutuskan untuk menahannya tanpa kemungkinan jaminan, mengingat beratnya tuduhan yang dihadapi.
Kedua orang tua korban, menurut laporan AP pada Selasa (21/4), hadir di ruang sidang. Namun, mereka memilih untuk tidak memberikan pernyataan apa pun kepada media, menunjukkan duka mendalam yang mereka rasakan.
Penyelidik menduga bahwa motif pembunuhan ini sangat mengerikan, yakni untuk melindungi karier musik Burke yang sedang menanjak. Korban diketahui mengancam akan melaporkan hubungan seksual yang diduga telah berlangsung selama lebih dari satu tahun.
Dakwaan menyebutkan bahwa hubungan tersebut terjadi dari September 2023 hingga September 2024, di mana korban saat itu masih berusia 13 tahun. Hal ini menambah lapisan kekejaman pada kasus yang menggemparkan ini.
Ironisnya, album debut Burke yang berjudul “Withered” dirilis hanya dua hari setelah korban terakhir kali diketahui masih hidup. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar tentang waktu dan kemungkinan adanya kesengajaan.
Korban dilaporkan hilang oleh keluarganya pada tahun 2024. Pihak berwajib awalnya mengklasifikasikan kasus ini sebagai ‘lari dari rumah’, namun penyelidikan lebih lanjut mengungkap fakta yang jauh lebih mengerikan.
Korban ditemukan tewas pada April 2025, diduga kuat dibunuh menggunakan benda tajam di kediaman Burke di kawasan Hollywood Hills, Los Angeles.
Jaksa penuntut telah mengidentifikasi sejumlah unsur pemberat dalam kasus ini. Di antaranya adalah dugaan pembunuhan yang telah direncanakan, dilakukan demi keuntungan finansial, serta pembunuhan terhadap seorang saksi potensial dalam kasus dugaan pelecehan seksual.
Unsur-unsur pemberat ini membuka kemungkinan adanya tuntutan hukuman mati. Meskipun demikian, hingga kini jaksa belum secara resmi menyatakan apakah mereka akan mengajukan tuntutan hukuman mati tersebut.
“Kami memiliki bukti fisik, serta bukti forensik dan digital yang akan kami ajukan di pengadilan untuk membuktikan dakwaan ini tanpa keraguan yang wajar,” ujar juru bicara jaksa penuntut, Hochman, menegaskan keseriusan pihak penuntut.
Dakwaan tersebut juga secara spesifik menyebutkan bahwa Burke diduga menggunakan ‘alat tajam’ dalam melakukan pembunuhan terhadap Rivas. Penggunaan alat tajam ini mengindikasikan tingkat kekerasan yang ekstrem dalam peristiwa tersebut.
Selain tuduhan pembunuhan, D4vd juga didakwa atas sejumlah pelanggaran berat lainnya, termasuk tindakan cabul terhadap anak di bawah umur dan pemutilasian tubuh korban. Pihak kejaksaan menggarisbawahi bahwa kasus ini termasuk dalam kategori kejahatan paling serius dengan unsur kekerasan yang ekstrem.
Kasus yang melibatkan D4vd ini telah menarik perhatian publik secara luas. Hal ini disebabkan oleh kombinasi antara kekerasan ekstrem, dugaan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur, dan keterlibatan seorang figur publik yang sedang naik daun di industri musik.
Penyelidikan yang awalnya berlangsung secara tertutup kini mulai membuka detail-detail yang mengerikan. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan, penyalahgunaan kekuasaan, dan pengaruh di dunia hiburan, serta menjadi pengingat akan tanggung jawab moral dan hukum yang melekat pada setiap individu, terlepas dari popularitas mereka.





