HaurgeulisMedia.co.id – Sebuah pabrik penggilingan beras di Dusun Karangsinom, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, nyaris ludes dilalap si jago merah pada Selasa (18/6/2024) siang. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ini diduga berasal dari tumpukan sekam padi yang mudah terbakar.
Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian lain dari bangunan pabrik. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi, terlihat dari jarak yang cukup jauh.
Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indramayu segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan.
Mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang terus berkobar. Petugas berjuang keras untuk mengendalikan api agar tidak merembet ke permukiman warga sekitar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan mengingat sebagian besar bangunan pabrik dan isinya terdampak api.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian setempat.
Namun, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik atau adanya percikan api yang menyambar tumpukan sekam padi di area pabrik.
Sekam padi, sebagai limbah hasil penggilingan beras, memang memiliki sifat yang mudah terbakar jika terkena sumber panas.
Proses pemadaman api berlangsung cukup lama, mengingat material bangunan pabrik yang sebagian besar terbuat dari kayu dan mudah terbakar.
Beberapa saksi mata di lokasi kejadian mengatakan bahwa api terlihat pertama kali dari bagian belakang pabrik.
Api kemudian dengan cepat merambat ke seluruh bangunan, menimbulkan kepanikan di antara warga sekitar.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau atau di area yang memiliki banyak material mudah terbakar.
Pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik dan pengelolaan limbah yang aman menjadi langkah pencegahan yang penting.
Kebakaran pabrik penggilingan beras ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan tindakan preventif untuk menghindari kerugian yang lebih besar.





