Kritik Menerpa Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce

Kritik Menerpa Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce

HaurgeulisMedia.co.id – Pernikahan megah antara bintang pop global Taylor Swift dan bintang American Football, Travis Kelce, yang diselenggarakan di Madison Square Garden, New York City, pada Jumat (3/7/2026), tak luput dari sorotan tajam. Meski disebut-sebut sebagai “royal wedding” dan menarik perhatian publik sejak jauh hari, perayaan akbar ini justru menuai berbagai kritik dari masyarakat.

Pasangan yang dikabarkan resmi bertunangan pada Agustus 2025 ini, sebagai figur publik ternama, memang selalu menjadi pusat perhatian. Namun, di balik kemegahan acara yang seharusnya menjadi momen bahagia, muncul gelombang protes dan kekecewaan dari berbagai pihak.

Bacaan Lainnya

Dampak Pernikahan Mewah terhadap Warga Lokal

Taylor Swift dan Travis Kelce/Foto: Instagram/taylorswift

Pernikahan Swift dan Kelce yang digelar sehari menjelang Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli, bertepatan dengan salah satu periode liburan tersibuk di negara tersebut. Hal ini dilaporkan oleh Forbes, pernikahan tersebut menyebabkan gangguan signifikan pada lalu lintas di Manhattan akibat penutupan jalan yang diberlakukan.

Otoritas Kepolisian New York (NYPD) terpaksa menutup sejumlah ruas jalan di sekitar Madison Square Garden sejak pukul 1 siang waktu setempat. Penutupan ini tidak hanya memengaruhi arus kendaraan, tetapi juga akses pejalan kaki di sepanjang Seventh Avenue antara West 31st dan 34th Streets, serta West 33rd Street antara Seventh dan Eighth Avenues.

Dampak finansial dari pengamanan acara sebesar ini pun menjadi sorotan. Mantan Komisioner Lalu Lintas Kota New York, Sam Schwartz, memperkirakan biaya yang dikeluarkan untuk penegakan hukum dan pengaturan lalu lintas pernikahan tersebut berkisar antara 5 juta hingga 10 juta USD. Muncul pertanyaan apakah tagihan sebesar itu akan dibebankan kepada wajib pajak Kota New York, meskipun ia juga menambahkan bahwa “bukan hal yang aneh jika Kelce dan Swift menanggung biaya tersebut.”

Kekecewaan warga lokal semakin terlihat jelas melalui komentar-komentar yang beredar di media sosial. Akun @magd, misalnya, mengungkapkan rasa frustrasinya dengan mengatakan, “Sangat murahan. Sebagai warga New York, saya tidak percaya saya membayar pajak untuk mensubsidi ‘keamanan’ pernikahan seorang miliarder.” Komentar ini mencerminkan kekesalan atas penggunaan dana publik untuk acara pribadi selebritas papan atas.

Sarkasme juga mewarnai respons publik. Salah satu komentar yang mendapatkan lebih dari 23 ribu tanda suka menyindir, “Teman-teman, dia hanya ingin privasi… di akhir pekan liburan, di kota tersibuk di negara ini, selama peringatan Hari Kemerdekaan ke-250.” Sindiran ini menyoroti ironi dari upaya mencari privasi di tengah keramaian dan momen penting nasional.

Kontroversi Pemilihan Adam Sandler sebagai Pemimpin Upacara

Adam Sandler memimpin upacara pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce

Sorotan lain yang tak kalah kontroversial adalah penunjukan aktor Adam Sandler untuk memimpin jalannya upacara pernikahan. Adam Sandler dikenal luas karena dukungannya terhadap Israel, sebuah posisi yang memicu kritik dari sebagian masyarakat.

Meskipun Taylor Swift sendiri belum pernah secara terbuka menyatakan sikap politiknya, keterlibatan Sandler yang memiliki pandangan politik yang jelas menimbulkan pertanyaan. Sandler pernah menyebutkan bahwa persahabatannya dengan Swift dan Kelce terjalin berkat anak-anaknya yang merupakan penggemar berat Taylor Swift. Namun, memilih sosok yang secara vokal mendukung Israel untuk memegang peran penting dalam momen sakral pernikahan mereka, bagi sebagian netizen, memberikan sinyal politik yang kurang tepat.

Keputusan ini memicu perdebatan mengenai bagaimana pilihan publik figur dalam momen pribadi dapat memengaruhi persepsi publik dan menimbulkan implikasi yang lebih luas.

Pos terkait