HaurgeulisMedia.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar aksi pelayanan Keluarga Berencana (KB) massal yang berfokus pada Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) lainnya. Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu ini merupakan wujud komitmen Pemkab Indramayu dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keluarga berkualitas dan mengendalikan pertumbuhan penduduk.
Peringatan Harganas tahun ini mengusung tema yang relevan dengan kondisi terkini, yaitu “Keluarga Keren: Menciptakan Keluarga Berkualitas Bebas Stunting”. Tema ini menegaskan bahwa keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang memegang peranan krusial dalam pembentukan karakter generasi penerus bangsa, serta menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting yang menjadi isu prioritas nasional.
Pelayanan KB massal ini tidak hanya terbatas pada satu jenis kontrasepsi, melainkan mencakup berbagai pilihan metode yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setiap pasangan usia subur. Selain MOW, yang merupakan metode kontrasepsi permanen bagi wanita, pelayanan juga menyediakan pilihan lain seperti Implan, IUD (Intrauterine Device), dan Suntik KB. Ragam pilihan ini diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat untuk merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak dengan lebih baik, demi tercapainya kesejahteraan keluarga.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Indramayu, dr. H. Deden Bachtiar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang dioptimalkan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Indramayu memiliki akses yang mudah terhadap layanan KB. Dengan adanya pelayanan serentak seperti ini, harapannya semakin banyak pasangan usia subur yang terlayani dan dapat mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas,” ujar dr. Deden.
Dr. Deden menambahkan bahwa program KB bukan sekadar tentang membatasi jumlah anak, melainkan lebih luas lagi mencakup bagaimana menciptakan keluarga yang berkualitas. Keluarga berkualitas adalah fondasi utama dalam pencegahan stunting, yang mana anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan terhindar dari masalah gizi kronis. Pelayanan KB yang terencana dengan baik berkontribusi langsung pada penurunan angka stunting di Kabupaten Indramayu.
Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu dipilih sebagai lokasi strategis untuk penyelenggaraan pelayanan KB massal ini. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan aksesibilitas bagi masyarakat dari berbagai wilayah di Indramayu, serta ketersediaan fasilitas medis yang memadai untuk pelaksanaan prosedur MOW dan pemasangan MKJP lainnya. Tenaga medis profesional dan berpengalaman turut dilibatkan untuk memastikan pelayanan berjalan aman, nyaman, dan sesuai standar medis.
Partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini terlihat cukup antusias. Sejumlah pasangan usia subur, baik yang sudah memiliki anak maupun yang baru merencanakan keluarga, mendatangi RS Bhayangkara untuk berkonsultasi dan mendapatkan pelayanan. Edukasi mengenai berbagai jenis alat kontrasepsi, manfaatnya, serta cara kerjanya juga diberikan kepada para peserta agar mereka dapat membuat keputusan yang tepat.
Metode Operasi Wanita (MOW), yang juga dikenal sebagai sterilisasi pada wanita, merupakan salah satu pilihan kontrasepsi permanen yang efektif. Prosedur ini biasanya melibatkan pengikatan atau pemotongan saluran tuba falopi, sehingga mencegah sel telur bertemu dengan sperma. MOW sangat direkomendasikan bagi wanita yang sudah memiliki jumlah anak yang cukup dan tidak berencana menambah keturunan lagi.
Sementara itu, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) lainnya seperti Implan dan IUD menawarkan solusi kontrasepsi yang dapat bertahan selama beberapa tahun. Implan, sebuah batang kecil yang ditanam di bawah kulit lengan, dapat mencegah kehamilan hingga tiga tahun. IUD, alat berbentuk T yang dimasukkan ke dalam rahim, dapat memberikan perlindungan hingga lima tahun atau lebih, tergantung jenisnya. Keunggulan MKJP adalah efektivitasnya yang tinggi dan tidak memerlukan penggunaan rutin seperti pil atau suntik.
Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berupaya mengintegrasikan program KB dengan program kesehatan lainnya, termasuk program percepatan penurunan stunting. Kesadaran akan pentingnya kehamilan yang direncanakan, jarak kelahiran yang ideal, dan gizi seimbang bagi ibu dan anak menjadi penekanan utama. Melalui kegiatan seperti pelayanan KB massal ini, diharapkan kesadaran tersebut dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
Selain pelayanan medis, acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan sosialisasi mengenai pentingnya keluarga berencana. Para penyuluh KB yang bertugas memberikan informasi terkini seputar program kependudukan dan keluarga berencana, serta menjawab berbagai pertanyaan dari masyarakat. Diharapkan, informasi yang didapat dapat menjadi bekal berharga bagi keluarga dalam merencanakan masa depan yang lebih baik.
Peringatan Harganas ke-33 ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Indramayu untuk kembali menegaskan komitmennya dalam membangun keluarga yang kuat dan berkualitas. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan, petugas lapangan KB, dan masyarakat, program KB diharapkan dapat terus berjalan efektif dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan seluruh warga.
Peran keluarga dalam mencetak generasi unggul tidak dapat dipandang sebelah mata. Keluarga yang sehat dan terencana adalah kunci utama dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera. Kegiatan pelayanan KB massal ini merupakan salah satu langkah konkret yang diambil oleh Pemkab Indramayu untuk mewujudkan visi tersebut, dengan fokus pada pemberdayaan individu dan keluarga melalui akses layanan kesehatan reproduksi yang optimal.





