HaurgeulisMedia.co.id – Serial romantis terbaru “Off Campus” tengah menjadi perbincangan hangat usai penayangannya di Prime Video. Drama ini merupakan adaptasi dari novel populer berjudul “The Deal” karya Elle Kennedy.
Musim pertama serial ini secara khusus mengupas jalinan kisah antara Hannah Wells dan Garrett Graham di lingkungan Briar University. Apa yang awalnya dimulai sebagai hubungan rekayasa perlahan bertransformasi menjadi ikatan yang tulus dan sarat emosi.
Dengan latar belakang romansa di lingkungan kampus, serial ini juga mempersembahkan dinamika persahabatan yang kompleks serta perjuangan para karakternya dalam menemukan jati diri. Tak heran jika chemistry antar pemainnya menjadi salah satu faktor utama yang mendongkrak popularitas “Off Campus”.
“Off Campus” mulai tayang pada 13 Mei 2026 di Prime Video, dengan seluruh episode dirilis secara serentak. Akhir dari musim pertamanya menyajikan drama yang menyentuh hati sekaligus membuka pintu bagi berbagai konflik baru yang menarik.
Penjelasan Ending Series Off Campus
1. Apakah Hannah dan Garrett Berakhir Bersama?
Hubungan Hannah dan Garrett sempat tampak nyaris sempurna sebelum akhirnya diterpa badai konflik besar yang mengancam segalanya. Trauma masa lalu Hannah menjadi titik krusial yang memicu pertengkaran mereka.
Sebelumnya, Hannah telah membagikan pengalaman pahitnya sebagai korban pelecehan di masa lalu. Pelakunya diketahui adalah seorang pemain hoki ternama dari keluarga yang memiliki pengaruh besar.
Ketika pertandingan melawan tim Indiana berlangsung, Garrett akhirnya menyadari bahwa pelaku pelecehan tersebut adalah Aaron Delaney. Amarahnya seketika meledak tatkala Aaron menghina Hannah di hadapan publik.
Tanpa bisa mengendalikan emosinya, Garrett langsung menghajar Aaron. Namun, tindakan impulsif tersebut justru membuat Hannah merasa bersalah dan kembali dihantui ketakutan akan merusak kehidupan orang lain.
Garrett salah mengartikan reaksi Hannah, mengira dirinya memiliki sifat temperamental yang sama seperti ayahnya. Demi melindungi Hannah, ia akhirnya memilih untuk mengakhiri hubungan mereka.
Meskipun sempat berpisah, kesadaran akan perasaan cinta yang masih tersisa di antara keduanya tak bisa diabaikan. Allie dan Dean kemudian berperan penting dalam mempertemukan kembali Hannah dan Garrett di acara Pop Showcase.
Setelah penampilan Hannah usai, Garrett dengan tulus memohon kesempatan kedua. Hannah akhirnya memutuskan untuk menerima Garrett kembali, menandai kembalinya hubungan mereka di akhir musim pertama.
2. Apakah Hannah Menang Pop Showcase?
Masalah finansial menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Hannah sepanjang musim pertama. Ia terpaksa kehilangan beasiswa akibat pemotongan anggaran yang dialami kampusnya.
Awalnya, Hannah menerima tawaran menjadi tutor bagi Garrett dengan harapan mendapatkan tambahan uang. Ia juga berharap bantuan Garrett dapat mendekatkannya dengan Justin Kohl.
Namun, situasi berubah ketika Hannah akhirnya memutuskan untuk jujur kepada keluarganya mengenai trauma masa lalunya. Ibunya memberikan dukungan dan menenangkan Hannah, memintanya untuk berhenti menyalahkan diri sendiri.
Di sisi lain, proyek lagu yang dikerjakan Hannah bersama Justin mengalami kegagalan total sebelum tenggat waktu kompetisi. Hannah pun sempat kehilangan kepercayaan diri sebagai seorang penulis lagu.
Setelah berdiskusi dengan Allie dan mulai menerima dirinya sendiri, inspirasi Hannah akhirnya kembali. Ia memutuskan untuk tampil di Pop Showcase demi memamerkan karyanya kepada khalayak luas.
Penampilan Hannah di Pop Showcase berjalan sukses dan mendapat dukungan penuh dari para sahabatnya. Meskipun tidak berhasil meraih juara pertama, ia berhasil menempati posisi kedua.
Lebih lanjut, Hannah juga mendapatkan tawaran program magang berbayar yang sangat membantu kondisi finansialnya. Akhir cerita ini menggarisbawahi perkembangan signifikan Hannah dalam menerima masa lalu dan mengejar impiannya.
3. Apakah Garrett Akan Meninggalkan Hoki?
Baca juga: We Are All Trying Here Episode 9 Sub Indo: Jam Tayang dan Spoiler Terbaru di Netflix
Sepanjang musim pertama, Garrett terus menerus meragukan alasan di balik keputusannya bermain hoki. Ia khawatir bahwa selama ini ia hanya mengikuti ambisi sang ayah.
Konflik semakin memuncak ketika Garrett diskors akibat tindakannya memukul Aaron Delaney. Tim Briar Hawks bahkan harus kehilangan banyak poin akibat pelanggaran sebelumnya.
Pelatih Garrett kemudian melontarkan pertanyaan kritis mengenai tipe pemain seperti apa yang diinginkannya di masa depan. Pertanyaan tersebut semakin memperdalam kebingungan Garrett mengenai arah masa depannya.
Garrett mulai mempertimbangkan opsi untuk berhenti bermain hoki secara total. Ia merasa beban tekanan dari nama besar keluarganya terlalu berat untuk ditanggung sendirian.
Dalam salah satu adegan krusial, Hannah mendatangi Garrett di arena es dan mengajaknya berbicara. Hannah berhasil menyadarkan Garrett bahwa ia sebenarnya mencintai olahraga tersebut.
Menurut Hannah, Garrett selalu kembali ke arena hoki karena tempat itu terasa seperti rumah baginya. Ia bermain bukan semata-mata untuk memenuhi ekspektasi ayahnya.
Pada akhir cerita, Garrett terlihat menyaksikan pertandingan timnya dari bangku penonton. Momen ini menjadi titik kesadaran baginya bahwa hoki tetap memegang peranan penting dalam hidupnya.
Akhir dari “Off Campus” memberikan sinyal kuat bahwa Garrett belum sepenuhnya selesai dengan dunia hoki. Setelah masa skorsnya berakhir, kemungkinan besar ia akan kembali bermain bersama timnya.
4. Hubungan Rumit Dean dan Allie
Selain kisah cinta Hannah dan Garrett, “Off Campus” juga menyoroti dinamika hubungan Dean dan Allie. Keduanya mulai menjalin kedekatan setelah Allie mengakhiri hubungannya dengan Sean.
Sebelumnya, Dean telah memberikan nomor teleponnya kepada Allie, memintanya untuk menghubungi jika ia benar-benar telah berstatus lajang. Allie akhirnya memutuskan untuk menelepon Dean ketika ia merasa kesepian.
Hubungan mereka berkembang menjadi romansa yang dipenuhi chemistry kuat dan ketertarikan emosional. Namun, Allie mulai merasa ragu karena merasa terlalu cepat berpindah hati.
Allie kemudian mengusulkan agar mereka mencoba berkencan dengan orang lain demi membuktikan bahwa hubungan mereka santai. Ide ini justru menyadarkan Dean bahwa ia benar-benar mencintai Allie.
Masalah baru muncul ketika Allie mengaku telah melaksanakan “tugas” tersebut. Dean awalnya berusaha menerima, mengingat mereka memang telah sepakat sebelumnya.
Situasi menjadi rumit ketika pria yang berkencan dengan Allie muncul di bar tempat mereka berkumpul. Ternyata pria tersebut adalah Hunter Davenport, yang sangat dibenci oleh Dean.
Allie sama sekali tidak mengetahui adanya riwayat buruk antara Hunter dan Dean sebelumnya. Kini, hubungan mereka bertransformasi menjadi cinta segitiga yang kompleks, siap menjadi fokus di musim berikutnya.
Kehadiran Hunter juga semakin signifikan setelah Logan mengundangnya untuk bergabung dengan tim hoki. Konflik yang melibatkan Dean, Allie, dan Hunter kemungkinan besar akan menjadi poros utama di musim selanjutnya.
Ending “Off Campus” berhasil memadukan elemen romansa, drama emosional, dan konflik persahabatan yang menarik. Serial ini juga sukses mengakhiri kisah Hannah dan Garrett sembari membuka peluang besar untuk musim kedua.





