HaurgeulisMedia.co.id – Sinema horor Korea senantiasa menawarkan atmosfer kelam dan teka-teki yang mengikat penonton hingga akhir kisah. Nuansa serupa terpancar pula dari Salmokji: Whispering Water.
Selain menghadirkan kengerian supranatural, banyak film horor Korea mengambil latar tempat terpencil yang menyimpan banyak rahasia. Unsur-unsur ini kian mempertebal suasana mencekam dan sulit diprediksi.
Beberapa film bahkan memadukan gaya found-footage, upacara tradisional, hingga kisah urban legend modern yang terasa begitu nyata. Tak heran jika genre ini memiliki basis penggemar yang luas di seluruh dunia.
Apabila Anda menikmati Salmokji: Whispering Water, terdapat sejumlah film horor Korea lain dengan atmosfer serupa yang patut masuk dalam daftar tontonan Anda. Berikut adalah rekomendasinya beserta rangkuman singkatnya.
1. Gonjiam: Haunted Asylum (2018)
Gonjiam: Haunted Asylum merupakan salah satu film horor Korea paling digemari berkat konsep found-footage-nya yang terasa nyata. Film ini terinspirasi dari sebuah rumah sakit jiwa terbengkalai yang terkenal di Korea Selatan.
Ceritanya mengikuti sekelompok kru dari kanal Horror Times yang melakukan siaran langsung penjelajahan lokasi angker demi mendongkrak popularitas. Awalnya, mereka hanya menciptakan sensasi palsu untuk menarik perhatian penonton daring.
Situasi berangsur memburuk ketika berbagai peristiwa aneh mulai bermunculan di dalam gedung misterius tersebut. Rekaman kamera yang terganggu, suara-suara tak wajar, hingga penampakan sosok menyeramkan mengubah segalanya menjadi teror sesungguhnya.
Film ini memiliki nuansa yang mengingatkan pada Salmokji karena mengandalkan atmosfer kelam dan ketegangan psikologis. Kengeriannya terasa intens meskipun tanpa banyak adegan kekerasan yang berlebihan sepanjang durasi.
Baca juga: Profil Lengkap 6 Pemain Soul Mate 2026 dan Instagram Mereka
2. The Wailing (2016)
The Wailing diakui sebagai salah satu film horor Korea terbaik sepanjang masa dengan elemen folk horror yang sangat kental. Karya Na Hong Jin ini dipenuhi misteri dan simbolisme.
Kisah ini mengisahkan seorang polisi desa bernama Jong-goo yang menyelidiki serangkaian insiden mengerikan pasca kedatangan seorang pria asing yang misterius. Situasi menjadi semakin mencekam ketika putrinya juga terjangkit kutukan aneh.
Film ini menampilkan ritual shamanik, hujan deras yang tak kunjung reda, dan konflik spiritual yang menciptakan suasana menyesakkan. Penonton dibuat terus-menerus menebak-nebak siapakah sosok sebenarnya yang membawa malapetaka.
Atmosfer desa terpencil dan misteri supranatural menjadikan The Wailing sangat cocok bagi para penggemar Salmokji: Whispering Water. Bagian akhirnya pun terkenal ambigu dan memicu berbagai spekulasi.
3. The Medium (2021)
The Medium merupakan hasil kolaborasi horor Thailand dan Korea yang diproduseri oleh Na Hong Jin, sutradara The Wailing. Film ini mengadopsi gaya dokumenter found-footage yang terasa sangat otentik.
Ceritanya berpusat pada seorang dukun bernama Nim yang meyakini keponakannya akan menjadi pewaris spiritual keluarga. Namun, keadaan berubah ketika sang keponakan mulai menunjukkan perilaku yang mengerikan.
Kengerian dalam film ini berkembang secara bertahap sebelum akhirnya meledak menjadi kekacauan ritual yang dipenuhi kepanikan dan jeritan memilukan. Elemen budaya lokal juga membuat kisahnya terasa lebih nyata dan menegangkan.
Film ini memiliki kesamaan dengan Salmokji karena sama-sama berlatar di daerah pedesaan terpencil dan melibatkan unsur ritual tradisional. Atmosfernya sangat kelam dengan ketegangan psikologis yang terus meningkat.
4. Marui Video (2023)
Marui Video menyajikan horor bergaya mockumentary yang berfokus pada rekaman video terkutuk dari kasus lama di Busan. Film ini mengandalkan investigasi misterius dengan nuansa paranoia yang kuat.
Cerita mengikuti seorang reporter bernama Kim yang berusaha mengungkap rekaman rahasia yang telah disembunyikan selama bertahun-tahun. Setelah video tersebut diputar, berbagai gangguan aneh mulai menghantui seluruh tim investigasi.
Alih-alih menampilkan banyak penampakan, film ini lebih menekankan pada pembangunan rasa tidak nyaman sepanjang cerita. Ketegangan dihadirkan melalui suara-suara, suasana gelap, dan misteri yang perlahan terkuak.
Nuansa investigasi supernatural dalam Marui Video terasa sangat dekat dengan Salmokji: Whispering Water. Keduanya sama-sama menggunakan pendekatan yang realistis, sehingga membuat kengeriannya terasa lebih mencekam.
5. Ghost Train (2025)
Ghost Train mengangkat tema urban legend modern dengan latar stasiun kereta bawah tanah terbengkalai yang terkenal angker. Film ini juga menyoroti obsesi terhadap popularitas di media sosial.
Tokoh utamanya adalah Da-kyung, seorang YouTuber horor yang mencari konten viral demi menaikkan jumlah penonton kanalnya. Ia kemudian mengunjungi Stasiun Gwanglim yang diselimuti rumor misterius.
Di lokasi tersebut, Da-kyung mendengar berbagai kisah mengerikan yang ternyata berkaitan dengan kejadian supranatural yang nyata. Semakin dalam ia melakukan penyelidikan, situasi menjadi semakin berbahaya.
Ghost Train sangat cocok bagi penonton yang menyukai Salmokji karena sama-sama mengangkat misteri lokasi terkutuk dan rasa penasaran manusia. Atmosfer kelamnya terasa intens sejak awal film dimulai.
Film-film di atas menawarkan pengalaman horor yang serupa dengan Salmokji: Whispering Water melalui misteri, ritual, dan lokasi yang penuh rahasia. Bagi para pencinta horor atmosferik, daftar ini wajib masuk dalam rencana tontonan akhir pekan Anda.





