HaurgeulisMedia.co.id – Infinix Note 60 Ultra Pininfarina hadir sebagai salah satu ponsel paling mewah dari Infinix di pasar Indonesia. Dengan banderol harga sekitar Rp12 jutaan, perangkat ini sukses menarik perhatian banyak pihak.
Kemitraan dengan Pininfarina menghadirkan desain yang sangat elegan dan berbeda dari ponsel pada umumnya, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang mengutamakan gaya dan keunikan.
Namun, di balik tampilan premiumnya, sejumlah pengulas teknologi menyampaikan kritik. Salah satunya berasal dari kanal GadgetIn yang mengidentifikasi beberapa kelemahan krusial.
Bagi Anda yang mempertimbangkan pembelian ponsel ini di tahun 2026, sangat disarankan untuk meninjau beberapa aspek negatifnya. Terlebih jika prioritas Anda adalah performa dan nilai terbaik dalam rentang harga flagship.
Spesifikasi Infinix Note 60 Ultra
Infinix Note 60 Ultra dilengkapi dengan RAM 12GB dan penyimpanan 512GB berteknologi UFS 4.0. Kapasitas ini sangat memadai untuk menjalankan banyak aplikasi sekaligus dan menyimpan beragam jenis file.
Sektor daya tahan baterai pun tak kalah impresif, dengan kapasitas besar 7000mAh yang menjanjikan penggunaan jangka panjang. Fitur pengisian daya nirkabel juga menjadi keunggulan yang jarang ditemukan di ponsel sekelasnya.
Bagian belakang ponsel dilapisi material premium seperti Gorilla Glass Victus yang memberikan kesan mewah. Bahkan, dalam paket penjualannya turut disertakan aksesori khusus yang menambah nilai eksklusivitas.
Baca juga: Arla Ailani: Profil, Biodata, dan Agama Pemeran Windi
Meskipun demikian, pilihan chipset yang disematkan masih menjadi sorotan. Komponen ini dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan harga yang dibanderol.
5 Kelemahan Infinix Note 60 Ultra
Berdasarkan analisis dari video yang diunggah oleh kanal YouTube GadgetIn, berikut adalah beberapa kekurangan pada Infinix Note 60 Ultra:
1. Chipset Masih Sebatas Kelas Menengah
Infinix Note 60 Ultra mengandalkan chipset Dimensity 8400, yang umumnya ditemui pada ponsel kelas menengah. Chipset serupa banyak ditemukan pada perangkat dengan harga yang jauh lebih terjangkau di pasaran.
Hal ini berakibat pada performa yang dirasa kurang optimal untuk sebuah ponsel flagship. Dengan harga Rp12 jutaan, konsumen tentunya mengharapkan performa setara dengan chipset kelas atas.
2. Ketahanan Air yang Terbatas
Ponsel ini hanya memiliki sertifikasi IP64, yang tergolong rendah untuk segmen harganya. Ini berarti perangkat hanya mampu bertahan dari percikan air dan hujan ringan.
Dibandingkan dengan para pesaing di rentang harga yang sama, banyak yang sudah menawarkan sertifikasi IP68. Keterbatasan ini menjadi kelemahan yang cukup berarti.
3. Kamera Ultrawide Kurang Optimal
Meskipun kamera utamanya menawarkan kualitas yang baik, kamera ultrawide hanya memiliki resolusi 8MP. Kualitasnya dinilai setara dengan ponsel kelas menengah pada umumnya.
Bagi pengguna yang gemar fotografi, ini bisa menjadi kekurangan signifikan, mengingat ekspektasi terhadap ponsel flagship tentu lebih tinggi.
4. Perlindungan Layar Kurang Mewah
Bagian depan ponsel dilindungi oleh Gorilla Glass 7i, yang lazim ditemukan pada ponsel kelas menengah. Ini terasa kurang sepadan jika dibandingkan dengan material Gorilla Glass Victus pada bagian belakang.
Perbedaan ini sedikit mengurangi kesan premium secara keseluruhan. Padahal, layar merupakan salah satu komponen krusial dalam pengalaman penggunaan sehari-hari.
5. Nilai Performa per Harga Kurang Menarik
Secara umum, banyak pengulas berpendapat bahwa ponsel ini kurang menawarkan nilai terbaik dari segi spesifikasi. Dengan harga Rp12 jutaan, terdapat banyak opsi lain yang menawarkan performa lebih superior.
Perangkat ini lebih cocok bagi konsumen yang memprioritaskan desain unik dan eksklusif dibandingkan performa murni. Dengan demikian, target pasarnya cenderung lebih spesifik.
Sebagai kesimpulan, Infinix Note 60 Ultra Pininfarina adalah sebuah ponsel pintar dengan desain mewah dan konsep yang khas. Namun, dari sisi spesifikasi dan harga, Anda perlu melakukan pertimbangan matang sebelum memutuskan untuk membelinya.





