HaurgeulisMedia.co.id – Sejumlah warga di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, menyuarakan keluhan terkait proses rekrutmen tenaga kerja di kawasan industri setempat. Keluhan ini muncul karena calon pekerja diwajibkan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang diduga membebani biaya hingga jutaan rupiah.
Proses rekrutmen yang seharusnya menjadi gerbang awal bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan di sektor industri, kini justru dilaporkan menimbulkan beban finansial yang signifikan bagi para pencari kerja.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa untuk bisa mengikuti seleksi di salah satu pabrik, dirinya harus mendaftar melalui LPK. Biaya yang dikenakan pun tidak sedikit.
“Kami ini kan mau cari kerja, bukan mau sekolah lagi. Tapi kok sekarang harus lewat LPK dulu, terus bayarannya lumayan besar,” keluhnya, Selasa (23/4/2024).
Ia menambahkan, besaran biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa mendapatkan kesempatan mengikuti tes di pabrik tersebut mencapai angka Rp3 juta. Angka ini tentu memberatkan bagi sebagian besar warga yang mayoritas berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
“Kalau Rp3 juta itu kan besar sekali buat kami. Mau kerja buat makan, malah habis buat bayar biaya masuk. Ini kan jadi memberatkan,” tuturnya dengan nada prihatin.
Keluhan serupa juga datang dari calon pekerja lainnya. Mereka merasa proses rekrutmen menjadi tidak adil karena harus mengeluarkan biaya besar sebelum dinyatakan lulus seleksi.
“Seharusnya kan perusahaan yang membuka lowongan. Kenapa jadi kita yang harus bayar mahal untuk bisa dilirik? Ini seperti ada permainan,” ujar seorang calon pekerja lain.
Para pencari kerja ini berharap agar pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat meninjau kembali sistem rekrutmen yang berlaku di kawasan industri Losarang. Mereka menginginkan adanya transparansi dan akses yang lebih mudah tanpa dibebani biaya yang memberatkan.
“Kami berharap ada solusi dari pemerintah. Jangan sampai kesempatan kerja ini hanya bisa diakses oleh orang-orang yang punya uang saja. Kami yang tidak punya juga berhak untuk bekerja,” pintanya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai peran LPK dalam proses rekrutmen. Apakah LPK tersebut benar-benar memberikan pelatihan yang dibutuhkan oleh industri, atau hanya menjadi perantara yang memungut biaya tanpa memberikan nilai tambah yang signifikan?
Keberadaan LPK memang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri. Namun, jika biaya yang dipatok terlalu tinggi, maka tujuan mulia tersebut justru berpotensi disalahgunakan dan memberatkan masyarakat.
Dampaknya, calon pekerja yang memiliki potensi dan kualifikasi yang baik bisa saja terhalang untuk mendapatkan pekerjaan impian mereka hanya karena tidak mampu membayar biaya yang diminta oleh LPK.
Pihak HaurgeulisMedia.co.id masih berupaya untuk mengkonfirmasi hal ini kepada pihak-pihak terkait, termasuk perwakilan dari LPK yang diduga menjadi perantara, serta manajemen perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Losarang.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan klarifikasi mengenai kebijakan rekrutmen yang diterapkan dan memastikan apakah ada praktik pungutan liar atau penyalahgunaan wewenang dalam proses tersebut.
Pemerintah Kabupaten Indramayu, melalui Dinas Tenaga Kerja, diharapkan dapat segera mengambil tindakan tegas jika memang ditemukan adanya praktik rekrutmen yang merugikan masyarakat. Pengawasan yang ketat dan regulasi yang jelas sangat dibutuhkan untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat dan adil.
Selain itu, penting juga untuk mendorong transparansi dalam setiap proses rekrutmen. Informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan biaya yang mungkin timbul harus disampaikan secara jelas kepada calon pekerja sejak awal.
Hal ini akan mencegah terjadinya kesalahpahaman dan praktik-praktik yang tidak diinginkan, serta membangun kepercayaan antara pencari kerja, LPK, dan perusahaan.
Baca juga: Babinsa Bangodua Jalin Kedekatan dengan Warga untuk Jaga Desa Tetap Kondusif
Dengan demikian, diharapkan kawasan industri Losarang dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah, sekaligus membuka peluang kerja yang luas dan merata bagi seluruh masyarakat Indramayu.





