HaurgeulisMedia.co.id – Upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat terus dilakukan oleh jajaran TNI di wilayah. Di bawah koordinasi Kodim 0616/Indramayu, anggota Koramil 0616-08/Anjatan secara langsung turun ke pasar tradisional untuk memantau dan mencatat harga kebutuhan pokok.
Kegiatan pemantauan harga sembilan bahan pokok (sembako) ini merupakan bagian dari tugas Babinsa (Bintara Pembina Desa) dalam rangka mengendalikan inflasi daerah. Hal ini penting agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa mendatangi pasar-pasar tradisional di wilayah binaan mereka. Mereka berinteraksi langsung dengan para pedagang untuk mendapatkan informasi terkini mengenai harga jual berbagai komoditas.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah daging sapi. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga daging sapi di pasar tradisional Terisi dilaporkan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah maupun aparat terkait.
Menurut catatan yang dihimpun, harga daging sapi di pasar Terisi kini menembus angka Rp135.000 per kilogram. Angka ini merupakan harga tertinggi yang tercatat dalam beberapa waktu terakhir, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang bergantung pada komoditas ini.
Selain daging sapi, Babinsa juga mencatat harga komoditas sembako lainnya. Daftar harga yang tercatat meliputi berbagai jenis kebutuhan pokok yang sehari-hari dikonsumsi oleh masyarakat.
Baca juga: Plt. Kasatpol PP Indramayu Angkat Bicara Soal Izin PT Lasco, Akan Lakukan Penindakan
Berikut adalah daftar harga sembako terkini yang berhasil dihimpun oleh Babinsa di pasar Terisi:
- Daging Sapi: Rp135.000 per kilogram
- Daging Ayam Broiler: [Harga Daging Ayam Broiler] per kilogram
- Telur Ayam Ras: [Harga Telur Ayam Ras] per kilogram
- Beras (berbagai jenis): [Harga Beras] per kilogram
- Minyak Goreng (kemasan): [Harga Minyak Goreng] per liter
- Gula Pasir: [Harga Gula Pasir] per kilogram
- Tepung Terigu: [Harga Tepung Terigu] per kilogram
- Cabai Merah Keriting: [Harga Cabai Merah Keriting] per kilogram
- Bawang Merah: [Harga Bawang Merah] per kilogram
- Bawang Putih: [Harga Bawang Putih] per kilogram
- Ikan (berbagai jenis): [Harga Ikan] per kilogram
- Sayuran (berbagai jenis): [Harga Sayuran] per kilogram
Catatan: Harga yang tertera di atas adalah harga yang berhasil dihimpun pada saat pemantauan. Harga dapat berfluktuasi sewaktu-waktu tergantung pada ketersediaan pasokan dan permintaan pasar.
Danramil 0616-08/Anjatan, Kapten Inf. Ahmad Yani, menegaskan bahwa kegiatan pemantauan harga ini bukan hanya sekadar mencatat, tetapi juga untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kenaikan harga. Informasi yang didapat akan dilaporkan kepada pimpinan Kodim 0616/Indramayu.
Selanjutnya, laporan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengambil langkah-langkah strategis. Tujuannya adalah untuk menstabilkan harga kembali dan memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Kapten Inf. Ahmad Yani menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara rutin. Hal ini dilakukan agar gejolak harga di pasar dapat segera diketahui dan diatasi sebelum berdampak luas pada perekonomian rumah tangga.
Keberadaan Babinsa di pasar tradisional diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat. Mereka menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengawasi pergerakan harga di tingkat konsumen.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi dua arah antara aparat dengan masyarakat. Masyarakat dapat menyampaikan keluhan atau masukan terkait harga kebutuhan pokok secara langsung kepada Babinsa.
Pihak Kodim 0616/Indramayu mengapresiasi peran aktif Babinsa dalam menjalankan tugasnya. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi, terutama di tengah kondisi pasar yang kadang tidak menentu.
Diharapkan dengan adanya pemantauan yang intensif dan berkelanjutan, harga-harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil. Hal ini akan meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang memiliki pendapatan terbatas.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait juga diharapkan dapat segera menindaklanjuti temuan-temuan di lapangan. Kerjasama dengan para pelaku usaha dan distributor juga perlu ditingkatkan untuk memastikan rantai pasok berjalan lancar dan tanpa hambatan yang tidak perlu.
Kenaikan harga daging sapi hingga Rp135.000 per kilogram menjadi alarm bagi semua pihak. Perlu ada evaluasi mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhinya, mulai dari ketersediaan hewan ternak, biaya pakan, hingga proses distribusi.
Dengan demikian, upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga sembako dapat berjalan efektif. Stabilitas ekonomi masyarakat adalah prioritas utama yang harus terus dijaga oleh semua elemen.





