Menteri ATR/BPN Cek Lahan Sukra Indramayu untuk Jaga Ketahanan Pangan

Menteri ATR/BPN Cek Lahan Sukra Indramayu untuk Jaga Ketahanan Pangan

HaurgeulisMedia.co.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi lahan di wilayah tersebut.

Fokus utama peninjauan adalah untuk memastikan bahwa pengembangan kawasan industri tidak sampai mengganggu keberlangsungan sektor pertanian. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Bacaan Lainnya

Pemerintah memang terus meningkatkan pengawasan terhadap alih fungsi lahan pertanian. Langkah ini diambil di tengah maraknya dorongan untuk mengembangkan kawasan industri di berbagai daerah.

Dalam kunjungannya, Menteri Hadi Tjahjanto didampingi oleh jajaran pemerintah daerah setempat. Mereka menyusuri sejumlah lokasi yang menjadi perhatian.

Menteri Hadi menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi melalui sektor industri dan keberlanjutan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan.

Ia menyatakan bahwa setiap rencana pengembangan kawasan industri harus melalui kajian yang matang. Kajian tersebut mencakup dampak lingkungan dan sosial, terutama terhadap lahan-lahan pertanian produktif.

Indramayu sendiri dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi di Indonesia. Oleh karena itu, setiap kebijakan terkait penggunaan lahan di wilayah ini harus dilakukan dengan hati-hati.

Menteri ATR/BPN ingin memastikan bahwa kebijakan tata ruang yang diterapkan di Indramayu benar-benar berpihak pada petani dan menjaga ketersediaan pangan.

Dalam dialog dengan masyarakat dan petani setempat, Menteri Hadi menyerap aspirasi dan kekhawatiran mereka terkait potensi alih fungsi lahan.

Ia memberikan jaminan bahwa aspirasi tersebut akan menjadi pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan kebijakan terkait pertanahan dan tata ruang.

Pemerintah berkomitmen untuk melindungi lahan pertanian dari konversi yang tidak terkendali. Ini adalah langkah krusial untuk menjamin pasokan pangan bagi masyarakat.

Pengembangan industri memang penting untuk pertumbuhan ekonomi, namun tidak boleh mengorbankan sektor yang vital seperti pertanian.

Menteri Hadi juga menyinggung mengenai pentingnya sertifikasi lahan bagi para petani. Sertifikat lahan dapat memberikan kepastian hukum dan mempermudah akses petani terhadap pembiayaan.

Selain itu, sertifikasi juga dapat mencegah praktik mafia tanah yang kerap merugikan masyarakat.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian ATR/BPN untuk melakukan pemetaan dan inventarisasi lahan secara menyeluruh.

Baca juga di sini: Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Gedung PCNU Indramayu di Hadapan Ribuan Nahdliyin

Tujuannya adalah untuk memiliki data yang akurat mengenai pemanfaatan lahan di seluruh Indonesia.

Dengan data yang valid, pemerintah dapat membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran dan efektif.

Menteri Hadi juga mengingatkan kepada para pejabat di daerah untuk senantiasa transparan dalam proses perizinan terkait tata ruang.

Akuntabilitas dan integritas dalam pelayanan publik adalah kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat.

Pengembangan kawasan industri di Indramayu memang memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian daerah. Namun, potensi tersebut harus dikelola dengan bijak.

Pemerintah daerah diharapkan dapat berperan aktif dalam mengawasi setiap aktivitas yang berkaitan dengan alih fungsi lahan.

Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan tata ruang juga sangat penting. Suara petani harus didengar dan dipertimbangkan.

Menteri Hadi berharap kunjungan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada semua pihak mengenai pentingnya menjaga lahan pertanian.

Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam menjaga ketahanan pangan.

Peninjauan di Sukra, Indramayu, ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk tidak hanya mendorong pembangunan, tetapi juga memastikan bahwa pembangunan tersebut berkelanjutan dan tidak merugikan sektor-sektor vital lainnya.

Kementerian ATR/BPN akan terus memantau perkembangan penggunaan lahan di seluruh Indonesia.

Prioritas utama adalah bagaimana pembangunan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal ketersediaan pangan.

Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara merata dan berkelanjutan.

Pos terkait