HaurgeulisMedia.co.id – Di tengah persaingan ketat pasar smartphone premium, Infinix kembali membuat gebrakan dengan merilis Infinix Note 60 Ultra Pininfarina. Perangkat ini hadir dengan label harga yang menyentuh angka Rp12 jutaan, menjadikannya salah satu ponsel paling premium yang pernah ditawarkan oleh Infinix di Indonesia. Kehadirannya sontak mencuri perhatian, terutama berkat kolaborasi eksklusif dengan rumah desain legendaris, Pininfarina, yang memberikan sentuhan kemewahan dan keunikan pada desainnya.
Kolaborasi ini bukan sekadar tempelan nama, melainkan sebuah filosofi desain yang tercermin pada setiap lekuk dan material yang digunakan. Hasilnya, Infinix Note 60 Ultra Pininfarina tampil beda dari kebanyakan smartphone di pasaran. Desainnya yang mewah dan eksklusif menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang sangat mengutamakan estetika dan ingin memiliki perangkat yang tidak pasaran. Namun, di balik kilau kemewahannya, perangkat ini tidak luput dari sorotan dan kritik, terutama dari para reviewer teknologi independen.
Salah satu sorotan penting datang dari kanal YouTube GadgetIn, yang dikenal dengan ulasannya yang jujur dan mendalam. Melalui video ulasannya, GadgetIn membedah berbagai aspek dari Infinix Note 60 Ultra Pininfarina, termasuk beberapa kekurangan yang perlu menjadi pertimbangan serius bagi calon pembeli. Terutama bagi Anda yang berencana meminang ponsel ini di tahun 2026 dan mencari performa serta nilai terbaik di kelas harga flagship, ulasan ini menjadi sangat krusial.
Spesifikasi yang Menjanjikan, Namun Masih Diperdebatkan
Mari kita telaah lebih dalam spesifikasi yang ditawarkan oleh Infinix Note 60 Ultra. Dari sisi memori, perangkat ini dibekali dengan RAM sebesar 12GB yang dipadukan dengan penyimpanan internal berkapasitas masif 512GB. Teknologi UFS 4.0 yang digunakan pada storage-nya menjanjikan kecepatan baca dan tulis yang tinggi, sangat ideal untuk aktivitas multitasking berat dan menyimpan berbagai jenis file, mulai dari foto, video berkualitas tinggi, hingga aplikasi dan game berukuran besar.
Sektor daya tahan baterai menjadi salah satu keunggulan yang patut diapresiasi. Infinix Note 60 Ultra hadir dengan kapasitas baterai jumbo sebesar 7000mAh. Kapasitas sebesar ini tentu mampu memberikan daya tahan yang luar biasa, memungkinkan pengguna untuk beraktivitas seharian tanpa perlu khawatir kehabisan daya. Ditambah lagi, dukungan fitur wireless charging menjadi nilai tambah yang cukup jarang ditemukan di kelas harga sekompetitif ini, memberikan kemudahan dan sentuhan premium dalam pengisian daya.
Secara visual, desain belakangnya mengusung material premium seperti Gorilla Glass Victus, memberikan kesan mewah dan kokoh saat digenggam. Bahkan, paket penjualannya pun turut diperkaya dengan aksesoris unik yang semakin menambah kesan eksklusifitas perangkat ini. Semua ini membangun ekspektasi tinggi terhadap performa yang ditawarkan.
Namun, seperti yang disinggung sebelumnya, spesifikasi mesin yang tertanam di balik balutan premiumnya justru menjadi titik perdebatan. Sebagian kalangan menilai bahwa chipset yang digunakan belum sepenuhnya sepadan dengan harga yang dipatok, sebuah poin krusial yang akan kita bedah lebih lanjut.
5 Kekurangan Kunci Infinix Note 60 Ultra Pininfarina Versi GadgetIn
Baca juga di sini: Motorola Edge 70 Fusion: Spesifikasi & Harga Resmi
Berdasarkan analisis mendalam dari kanal YouTube GadgetIn, berikut adalah lima poin kekurangan utama yang perlu dicermati dari Infinix Note 60 Ultra:
1. Chipset yang Terasa Masih Kelas Mid-Range
Salah satu kritik paling signifikan datang dari sektor performa. Infinix Note 60 Ultra ternyata masih mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 8400. Meskipun bukan chipset yang buruk, namun Dimensity 8400 ini secara umum dikategorikan sebagai chipset kelas menengah. Hal ini menjadi sebuah ironi mengingat banderol harga Rp12 jutaan yang seharusnya menempatkannya di kasta flagship sejati.
Faktanya, chipset ini banyak ditemukan pada perangkat smartphone yang harganya jauh lebih terjangkau di pasaran. Akibatnya, performa yang dihasilkan terasa kurang maksimal untuk sebuah ponsel yang diposisikan sebagai perangkat premium. Pengguna yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk sebuah ponsel flagship tentu mengharapkan performa yang setara dengan chipset kelas atas, seperti Snapdragon 8 Gen series atau Dimensity 9000 series ke atas. Di sinilah letak kekecewaan utama bagi para pencari performa murni.
2. Ketahanan Air yang Terlalu Standar
Di kelas harga Rp12 jutaan, konsumen tentu memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap fitur-fitur perlindungan. Namun, Infinix Note 60 Ultra hanya dibekali dengan sertifikasi IP64. Angka ini tergolong standar, bahkan bisa dibilang rendah untuk sebuah ponsel premium. Sertifikasi IP64 hanya menjamin ketahanan terhadap cipratan air dan debu, serta hujan ringan saja.
Jika dibandingkan dengan kompetitor di segmen harga yang sama, banyak perangkat lain yang sudah menawarkan sertifikasi IP68. Sertifikasi IP68 ini memberikan perlindungan yang jauh lebih baik, termasuk kemampuan tahan terhadap rendaman air hingga kedalaman tertentu dalam jangka waktu tertentu. Ketidakadaan sertifikasi yang lebih tinggi ini menjadi sebuah kekurangan yang cukup signifikan, terutama bagi pengguna yang aktif dan sering beraktivitas di luar ruangan.
3. Kamera Ultrawide yang Kurang Maksimal
Meskipun kamera utama pada Infinix Note 60 Ultra diklaim memiliki performa yang cukup baik, namun sektor kamera ultrawide-nya justru menjadi catatan tersendiri. Kamera ultrawide hanya memiliki resolusi 8MP. Kualitas gambar yang dihasilkan dinilai masih setara dengan kamera ultrawide pada ponsel kelas menengah biasa.
Bagi para penggemar fotografi yang menjadikan kemampuan fotografi sebagai prioritas utama, hal ini bisa menjadi kekurangan yang sangat besar. Ekspektasi terhadap kualitas kamera pada ponsel seharga Rp12 jutaan tentu jauh lebih tinggi. Kemampuan menangkap detail, ketajaman, dan rentang dinamis pada kamera ultrawide yang standar ini berpotensi mengecewakan para pecinta fotografi yang menginginkan hasil maksimal dari setiap sudut bidik.
4. Proteksi Layar yang Kurang Premium
Ketika berbicara tentang desain premium, material yang digunakan di seluruh bagian perangkat seharusnya mencerminkan kualitas tersebut. Namun, pada Infinix Note 60 Ultra, terdapat perbedaan material yang cukup mencolok antara bagian depan dan belakang. Jika bagian belakangnya sudah menggunakan material sekelas Gorilla Glass Victus yang mewah dan kokoh, bagian depan justru hanya dilapisi oleh Gorilla Glass 7i.
Gorilla Glass 7i sendiri merupakan lapisan pelindung layar yang umum ditemukan pada ponsel kelas menengah. Perbedaan material ini sedikit mengurangi kesan premium secara keseluruhan. Padahal, layar merupakan salah satu komponen terpenting yang paling sering berinteraksi dengan pengguna sehari-hari. Perlindungan layar yang kurang sepadan dengan material bodi belakang tentu menjadi sebuah catatan minor yang mengurangi nilai eksklusifitas perangkat.
5. Value for Money yang Kurang Menarik
Secara keseluruhan, jika kita menilik dari sisi perbandingan spesifikasi dengan harga yang ditawarkan, banyak reviewer, termasuk GadgetIn, menilai Infinix Note 60 Ultra Pininfarina ini kurang worth it. Dengan banderol harga Rp12 jutaan, pasar menawarkan banyak sekali pilihan smartphone lain yang memiliki performa jauh lebih tinggi, fitur lebih lengkap, dan ketahanan yang lebih baik.
Perangkat ini lebih cocok untuk segmen pasar yang sangat spesifik, yaitu mereka yang benar-benar mengutamakan desain eksklusif dan prestise dari kolaborasi dengan Pininfarina, dibandingkan dengan performa mentah atau fitur-fitur teknis yang paling mutakhir. Bagi konsumen yang mencari value for money terbaik dalam bentuk spesifikasi tinggi, ada banyak alternatif lain yang lebih menggiurkan di kelas harga ini.
Kesimpulan: Sebuah Pilihan Desain, Bukan Performa Murni
Infinix Note 60 Ultra Pininfarina memang hadir sebagai sebuah pernyataan gaya. Desainnya yang mewah berkat sentuhan Pininfarina dan konsep uniknya patut diacungi jempol. Kapasitas baterai jumbo dan dukungan wireless charging juga menjadi nilai plus yang sulit ditampik.
Namun, bagi Anda yang menjadikan performa sebagai prioritas utama atau mencari ponsel flagship sejati di tahun 2026 dengan harga Rp12 jutaan, pertimbangkan baik-baik ulasan mengenai chipset kelas menengah, sertifikasi tahan air yang standar, kualitas kamera ultrawide yang biasa saja, serta proteksi layar yang kurang premium. Perangkat ini lebih kepada sebuah karya seni yang fungsional, cocok bagi mereka yang mendambakan eksklusivitas visual di atas segalanya. Keputusan akhir tentu kembali pada prioritas dan preferensi masing-masing calon pembeli.***





