HaurgeulisMedia.co.id – Ratusan warga Kota Malang berbondong-bondong mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Malang menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Namun, antusiasme tinggi ini justru berujung pada kekecewaan bagi sebagian besar pendaftar yang tidak kebagian kuota.
Program mudik gratis ini memang sangat ditunggu-tunggu. Terutama bagi mereka yang ingin pulang kampung namun terkendala biaya transportasi. Rencananya, program ini akan memberangkatkan warga menuju beberapa kota tujuan populer di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Sayangnya, jumlah kuota yang disediakan ternyata jauh dari ekspektasi masyarakat. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa hanya sekitar 385 warga yang berhasil mendapatkan kursi dalam program mudik gratis ini. Angka ini tentu saja sangat kecil jika dibandingkan dengan ribuan calon pemudik yang mendaftar.
“Kami sudah datang dari pagi sekali, berharap bisa dapat tempat. Tapi ternyata kuotanya terbatas sekali,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di lokasi pendaftaran yang membludak, Senin (25/3/2024).
Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh banyak warga lain yang harus pulang dengan tangan hampa. Mereka mengaku sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari, bahkan ada yang rela antre berjam-jam demi mendapatkan kesempatan mudik gratis.
“Ini kan momen penting untuk kumpul keluarga. Kalau bisa gratis, kenapa tidak dimanfaatkan? Tapi ya sudahlah, mungkin rezeki belum berpihak,” keluh warga lainnya.
Melihat tingginya animo masyarakat, tak sedikit warga yang kemudian menyuarakan harapannya agar pemerintah kota dapat menambah kuota program mudik gratis ini. Permintaan ini bukan tanpa alasan. Banyak keluarga yang bergantung pada program semacam ini untuk bisa merayakan hari raya bersama sanak saudara di kampung halaman.
“Kami sangat berharap ada kebijakan tambahan. Mungkin bisa ditambah kuotanya, atau dibuka gelombang pendaftaran lagi. Kasihan banyak yang belum kebagian,” pinta seorang ibu rumah tangga yang datang bersama dua anaknya.
Pihak penyelenggara program mudik gratis, dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Malang, mengakui adanya lonjakan pendaftar yang melebihi kuota yang tersedia. Mereka menjelaskan bahwa kuota yang ada telah disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
“Kami memahami kekecewaan masyarakat. Namun, kuota yang kami sediakan memang terbatas sesuai dengan anggaran yang ada dan ketersediaan armada,” ujar salah seorang perwakilan Dinas Perhubungan Kota Malang.
Meski demikian, pihak dinas berjanji akan mengevaluasi kembali dan mempertimbangkan permintaan masyarakat untuk penambahan kuota. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa penambahan kuota tidaklah mudah dan memerlukan kajian lebih lanjut serta persetujuan dari berbagai pihak terkait.
“Kami akan coba komunikasikan aspirasi masyarakat ini. Namun, perlu dipahami bahwa penambahan armada dan anggaran bukanlah hal yang bisa diputuskan secara instan,” tambahnya.
Program mudik gratis ini sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah kota untuk meringankan beban masyarakat, terutama dalam menghadapi lonjakan biaya transportasi menjelang hari raya. Biasanya, harga tiket transportasi umum mengalami kenaikan signifikan di masa-masa tersebut.
“Tujuan utama kami adalah memberikan solusi transportasi yang terjangkau bagi warga yang ingin bersilaturahmi di kampung halaman,” jelasnya.
Tahun ini, program mudik gratis Kota Malang rencananya akan melayani rute-rute populer seperti ke beberapa daerah di Jawa Timur, misalnya Banyuwangi, Jember, dan Surabaya, serta beberapa kota di Jawa Tengah seperti Solo, Yogyakarta, dan Semarang. Armada yang disiapkan pun beragam, mulai dari bus hingga truk yang disulap menjadi angkutan penumpang.
“Kami menyiapkan armada yang cukup nyaman dan aman untuk perjalanan jauh,” ujar pejabat dinas tersebut.
Guna mengantisipasi lonjakan pemudik yang tidak terakomodir program gratis, masyarakat dihimbau untuk segera mencari alternatif transportasi lain. Beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan antara lain menggunakan transportasi umum reguler yang tiketnya sudah mulai dijual, atau melakukan perjalanan bersama keluarga dengan kendaraan pribadi.
“Kami sarankan bagi yang belum mendapatkan kuota untuk segera mencari alternatif lain. Jangan sampai terlambat dan akhirnya tidak bisa mudik,” imbaunya.
Selain program mudik gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah kota, seringkali ada juga program serupa yang ditawarkan oleh pihak swasta, seperti perusahaan otobus atau perusahaan lain yang ingin berkontribusi. Warga yang belum beruntung dalam program pemerintah bisa mencoba mencari informasi mengenai program-program alternatif tersebut.
“Mungkin ada baiknya juga memantau informasi dari perusahaan otobus atau sponsor lain yang biasanya membuka program mudik gratis,” saran seorang pengamat transportasi.
Fenomena membludaknya pendaftar program mudik gratis ini menunjukkan betapa pentingnya program tersebut bagi masyarakat. Hal ini juga menjadi refleksi bagi pemerintah daerah untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kapasitas program-program kerakyatan seperti ini di masa mendatang.
“Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk perencanaan ke depan. Bagaimana agar program ini bisa menjangkau lebih banyak warga,” pungkas perwakilan Dinas Perhubungan.
Bagi 385 warga yang beruntung, momen mudik gratis ini tentu menjadi kabar gembira. Mereka dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta tanpa perlu khawatir memikirkan biaya transportasi yang membengkak. Namun, bagi ratusan lainnya yang belum kebagian, perjuangan untuk bisa pulang kampung masih harus dilanjutkan.





