IHSG Loyo, Saham BNBR & BUMI Paling Laris

IHSG Loyo, Saham BNBR & BUMI Paling Laris

HaurgeulisMedia.co.id – Pasar saham Indonesia pada Selasa (21/4) sesi pertama ditutup dengan nada negatif, ditandai dengan terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari level pembukaan. Data dari Stockbit menunjukkan IHSG harus puas berada di angka 7.559,38.

IHSG Mengalami Pelemahan

Bacaan Lainnya

Secara rinci, IHSG ditutup melemah sebesar 34,73 poin atau setara dengan 0,46% dari pembukaan, mengukuhkan posisinya di level 7.559,38. Pelemahan ini juga merembet ke indeks unggulan LQ45 yang mengalami koreksi lebih tajam, yakni 1,63%, dan berakhir di posisi 743,671.

Perdagangan hari itu mencatatkan total nilai transaksi yang cukup signifikan, mencapai Rp17,37 triliun. Volume perdagangan saham yang berpindah tangan sebanyak 42,68 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi yang tercatat sebanyak 2,69 juta kali. Angka-angka ini menunjukkan adanya aktivitas yang cukup dinamis di pasar, meskipun trennya cenderung menurun.

Sektor-Sektor Unggulan dan Pergerakan Saham

Dalam perdagangan sesi I, beberapa saham berhasil mencuri perhatian sebagai Top Gainers, menunjukkan kenaikan harga yang impresif. Di antaranya adalah BOBA (Formosa Ingredient Factory) yang melesat 34,91% ke level 228, diikuti oleh LAND (Trimitra Propertindo) yang naik 34,72% ke 97. LCKM (LCK Global Kedaton) juga tak mau kalah, menguat 34,48% ke 156. ROBA (Pikko Land Development tbk.) tercatat naik 34,29% ke 94, dan CTTH (Citatah) menutup jajaran top gainers dengan kenaikan 34,09% ke 118. Kenaikan signifikan ini tentu menjadi angin segar bagi para investor yang memegang saham-saham tersebut.

Namun, di sisi lain, pasar juga mencatat adanya Top Losers yang mengalami penurunan harga cukup dalam. DSSA (Dian Swastatika Sentosa) menjadi salah satu yang tertekan, turun 14,98% ke 2.780. POLU (Golden Flower) juga mengalami koreksi tajam, melemah 14,95% ke 17.775. IFSH (Ifishdeco) menyusul dengan penurunan 14,75% ke 2.370. BREN (Barito Renewables Energy) juga terpantau turun 9,47% ke 5.975, dan IDEA (Idea Indonesia Akademi) menutup daftar top losers dengan penurunan 9,20% ke 79. Pelemahan ini bisa jadi dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari sentimen pasar hingga kinerja emiten itu sendiri.

Dalam hal Top Value, saham-saham berkapitalisasi besar mendominasi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat nilai transaksi tertinggi senilai Rp1,29 triliun, menunjukkan tingginya minat investor pada sektor perbankan. Diikuti oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan Rp864,78 miliar, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang mencatat transaksi senilai Rp784,21 miliar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga menjadi primadona dengan Rp719,44 miliar, serta PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan Rp611,32 miliar. Pergerakan saham-saham ini seringkali menjadi indikator penting bagi arah pasar secara keseluruhan.

Sementara itu, dari sisi Top Volume, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi yang paling banyak diperdagangkan dengan jumlah 54,68 juta lembar. Disusul oleh PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) dengan 36,12 juta lembar, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) kembali muncul dengan 35,07 juta lembar. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) juga mencatat volume perdagangan yang cukup tinggi, sebanyak 22,28 juta lembar, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan 21,80 juta lembar. Volume perdagangan yang tinggi pada saham-saham ini mengindikasikan adanya minat yang besar dari pelaku pasar, baik untuk aksi beli maupun jual.

Pergerakan Rupiah dan Bursa Asia

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menunjukkan performa yang positif terhadap dolar Amerika Serikat. Pada penutupan perdagangan sore itu, rupiah berhasil menguat ke level Rp17.140 per dolar AS. Posisi ini lebih baik dibandingkan harga pembukaan pagi hari yang berada di level Rp17.184. Apresiasi rupiah tercatat sebesar 44 poin atau 0,26% dari awal perdagangan, memberikan sedikit sentimen positif di tengah fluktuasi pasar saham.

Sementara itu, mayoritas bursa saham di kawasan Asia Pasifik justru bergerak positif atau berada di zona hijau pada penutupan perdagangan hari itu. Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance, Indeks Nikkei 225 di Jepang menunjukkan kenaikan 0,89% ke level 59.349,17. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga menguat 0,48% ke 26.487,48. Indeks SSE Composite di China mencatat kenaikan tipis 0,07% ke 4.085,08, dan Indeks Straits Times di Singapura juga bergerak positif dengan kenaikan 0,09% ke 5.008,54. Performa positif di bursa Asia ini bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi sentimen investor di pasar domestik, meskipun IHSG sendiri mengalami pelemahan.

Pos terkait