Jepang Kalahkan Indonesia: Destinasi Liburan Australia Paling Dicari, Apa Rahasianya?

Jepang Kalahkan Indonesia: Destinasi Liburan Australia Paling Dicari, Apa Rahasianya?

HaurgeulisMedia.co.id – Untuk pertama kalinya dalam catatan sejarah pariwisata, Jepang berhasil mengungguli Indonesia sebagai destinasi liburan Asia paling favorit di kalangan turis Australia. Pergeseran tren ini menandai perubahan signifikan dalam preferensi perjalanan warga Negeri Kanguru.

Data terbaru yang dirilis oleh Australian Bureau of Statistics (ABS) pada Februari 2026 menunjukkan bahwa sebanyak 103.360 warga Australia kembali dari perjalanan mereka di Jepang. Angka ini sedikit melampaui jumlah perjalanan warga Australia ke Indonesia, yang tercatat sebanyak 101.630.

Meskipun Jepang kini memimpin, Indonesia tidak serta merta kehilangan pamornya. Sepanjang tahun fiskal 2024/2025, Indonesia masih memegang predikat sebagai tujuan utama warga Australia, dengan kontribusi sekitar 14 persen dari total liburan internasional mereka. Namun, tren terkini mengindikasikan peningkatan minat yang kuat terhadap Jepang, terutama selama musim dingin dan musim ski.

Faktor-faktor yang mendorong lonjakan kunjungan turis Australia ke Jepang sangat beragam. Nilai tukar Yen yang lebih menguntungkan bagi wisatawan, peningkatan frekuensi dan konektivitas penerbangan langsung, serta daya tarik budaya Jepang yang kaya dan keindahan alamnya, khususnya destinasi bersalju, menjadi magnet utama.

Di sisi lain, data menunjukkan adanya sedikit penurunan dalam jumlah perjalanan wisata Australia ke Indonesia. Angka kunjungan tercatat menurun dari 106.880 pada Februari 2025 menjadi 101.630 pada Februari 2026. Meskipun demikian, Indonesia, khususnya Pulau Dewata Bali, tetap menjadi salah satu destinasi yang sangat dicintai oleh turis Australia.

Dalam daftar negara tujuan internasional terpopuler bagi warga Australia, Selandia Baru masih kokoh di puncak dengan 113.460 perjalanan. Jepang menempati posisi kedua, diikuti oleh Indonesia di urutan ketiga. Negara-negara lain yang juga diminati antara lain India, Tiongkok, dan Thailand.

Asosiasi industri perjalanan Australia juga mencatat adanya pergeseran preferensi umum. Turis Australia kini cenderung lebih memilih destinasi di benua Asia dibandingkan Amerika Serikat. Kunjungan ke Amerika Serikat dilaporkan mengalami penurunan sebesar 4,8 persen. Sementara itu, destinasi Asia seperti Vietnam menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 16,1 persen, diikuti oleh Tiongkok dengan 15,9 persen, dan Jepang dengan 15,6 persen.

Pergeseran ini menunjukkan pentingnya bagi Indonesia untuk terus berinovasi dalam strategi pariwisata, memperkuat promosi, dan menjaga kualitas pengalaman wisatawan agar dapat kembali menarik minat turis Australia di masa mendatang. Mempertahankan keunggulan kompetitif dan beradaptasi dengan tren global menjadi kunci utama dalam persaingan destinasi wisata internasional.