HaurgeulisMedia.co.id – Nama Aldi Taher seolah nggak pernah absen dari perbincangan hangat di media sosial. Setelah sempat bikin heboh dengan lagu-lagu uniknya, pria berusia 42 tahun ini kembali membuktikan diri sebagai “Raja Viral” lewat bisnis kuliner terbarunya, Aldi’s Burger.
Bukan Aldi Taher namanya kalau strateginya biasa-biasa saja. Sejak resmi dibuka pada 23 Januari 2026 di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Aldi’s Burger langsung menyedot perhatian netizen. Strategi marketing yang digunakan bener-bener “nyeleneh”, di luar pakem ilmu komunikasi pemasaran biasanya, tapi justru sangat diterima oleh masyarakat. Hasilnya? Burgernya laris manis dan antreannya mengular!
Nah, buat kamu yang penasaran gimana cara Aldi Taher bikin bisnisnya meledak tanpa perlu biaya iklan miliaran, yuk kita bedah trik marketing ala “Lord” Aldi yang sukses bikin baper dunia maya.
Trik ‘Gallagher’ dan Kekuatan Editan AI yang Absurd

Aldi’s Burger hadir dengan pilihan menu yang namanya unik banget. Ada ukuran Brother (reguler), Big Brother (dua kali lebih tebal), dan primadonanya: Gallagher. Nama terakhir ini dipilih karena Aldi sangat mengidolakan duo ikonik OASIS, Liam dan Noel Gallagher. Ukurannya pun raksasa, bisa dimakan buat sharing berempat.
Nah, di sinilah keajaiban AI (Artificial Intelligence) bekerja. Dengan bantuan AI, Aldi menyatukan foto Liam dan Noel Gallagher seolah-olah mereka lagi asyik mempromosikan burgernya. Editan yang sengaja dibuat “kasar” dan lucu ini justru jadi daya tarik sendiri karena terasa jujur dan menghibur.

Gak cuma itu, Aldi juga nggak ragu memposisikan brand-nya sebagai “saudara” dari brand besar. Pernah suatu kali dia berfoto di depan store Burger King dan menuliskan caption: “Sepupunya Aldis Burger”. Teknik riding the wave ini sukses bikin orang tertawa sekaligus teringat dengan brand miliknya.
Strategi ‘SEO Berjalan’ Lewat Nama Selebritas

Ini nih bagian yang paling kocak sekaligus jenius. Aldi Taher punya template promosi yang sangat spesifik dan terus diulang-ulang sampai menempel di kepala netizen. Awalnya simpel: “Aldis burger cempaka putih rotinya lembut dagingnya juicy, bisa pesen online.”
Tapi dasar Aldi, kata Juicy itu langsung disambung-sambungin dengan nama grup musik dan selebritas yang lagi naik daun. Alhasil, caption-nya berubah jadi: “Aldis burger cempaka putih rotinya lembut dagingnya Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian bisa pesen online.”
Strategi ini ternyata memancing reaksi langsung dari para artis yang namanya “dicatut”. Mahalini sampai mengunggah ulang konten tersebut sambil menuliskan “Stop capek wkwkwk,” di Instagram Stories-nya. Rizky Febian pun nggak mau ketinggalan berkomentar. Alih-alih marah, para artis ini justru terhibur, dan secara tidak langsung, Aldi mendapatkan endorsement gratis dari mega bintang Indonesia!
Berani ‘Nempel’ di Belakang Brand Raksasa

Salah satu trik paling berani adalah saat Aldi menuliskan lokasi tokonya di bio Instagram: “Cempaka Putih Timur 12 (belakang Pizza Hut).” Ia secara spesifik menyebut nama brand besar tersebut sebagai patokan lokasi.
Siapa sangka, akun resmi Pizza Hut Indonesia malah ikut terpancing dan berkomentar di Thread. Mereka bertanya di mana lokasinya karena nggak kelihatan, sambil ikut mempromosikan Aldi’s Burger dengan gaya copywriting khas Aldi Taher.
Aldi pun membalas dengan potret lokasinya yang memang persis berada di belakang Pizza Hut, lengkap dengan caption “Ciluk baaaa”. Interaksi antar-brand ini bener-bener relate banget dengan tren marketing masa kini yang mengedepankan kolaborasi dan humor daripada persaingan kaku.
Dukungan Gacor dari Sesama Kreator dan Brand

Trik marketing yang “gila” ini ternyata berbuah manis. Hingga Maret 2026, Aldi sudah diajak kolaborasi oleh brand perawatan pria, Kahf, untuk bekerja sama dengan ahli daging Dims The Meat Guy. Bahkan, Ucup Pestapora juga sudah mengajak Aldi’s Burger buat jualan di festival musik bergengsi Pestapora pada September mendatang.

Dukungan juga mengalir dari tokoh-tokoh besar internet lainnya. Food vlogger Nex Carlos terang-terangan bilang bakal mampir buat mencoba. Bahkan musisi seperti Sal Priadi dan Adnan gitaris .Feast ikut-ikutan membuat versi caption panjang mereka sendiri yang kemudian di-repost oleh Aldi. Strategi ini menciptakan efek bola salju di mana semua orang ingin ikut serta dalam “kegilaan” promosi tersebut.
Harga Merakyat dan Ulasan yang Jujur Enak

Tapi, sebagus apa pun marketing-nya, kualitas produk tetap jadi penentu. Untungnya, banyak pembeli dan food vlogger yang memberikan ulasan positif. Mereka mengakui kalau dagingnya memang juicy dan rotinya lembut, sesuai dengan janji promosinya.
Harganya pun sangat terjangkau untuk ukuran bisnis selebritas:
-
Brother: Rp24.000
-
Big Brother: Rp29.000
-
Gallagher (Porsi 4 Orang): Rp65.000
Hal unik lainnya, Aldi Taher nggak pelit buat mempromosikan kompetitornya. Di akunnya, ia juga sering menyebut merek burger lain seperti Burger Bangor atau Burger Blenger. Sikap “saling dukung” antar UMKM ini bikin citra Aldi Taher makin positif di mata netizen.
Strategi marketing Aldi Taher pada Aldi’s Burger membuktikan bahwa di era media sosial, kreativitas dan keberanian untuk tampil beda jauh lebih berharga daripada teori pemasaran yang kaku. Dengan memanfaatkan tren AI, kekuatan relasi antar selebritas, hingga “menumpang” popularitas brand besar dengan cara yang sopan dan lucu, Aldi sukses menciptakan bisnis yang sehat dan viral.
Bagaimana menurutmu? Apa kamu tertarik buat nyobain burger Gallagher di Cempaka Putih akhir pekan ini?





