Pernah nggak sih kepikiran, kok bisa ya jadwal puasa kita sudah ditentukan bahkan saat bulannya saja belum nongol? Nah, buat kamu yang lagi bertanya-tanya, “Kenapa Muhammadiyah puasa 2026 mulainya Rabu, 18 Februari?”, kamu nggak sendirian. Banyak yang kaget sekaligus penasaran.
Jujur sih, tahun 2026 (1447 Hijriah) ini memang bakal jadi tonggak sejarah baru buat umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah resmi menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada hari Rabu tersebut.
Tapi masalahnya, di Indonesia sendiri, hilal kemungkinan besar belum bisa diintip pada Selasa sore. Terus kok nekat mulai puasa? Jawabannya ada pada teknologi super canggih bernama KHGT. Yuk, kita bedah pelan-pelan biar makin tercerahkan!
Revolusi Kalender: Mengenal Sistem KHGT
Dulu, Muhammadiyah identik dengan metode Wujudul Hilal yang skalanya cuma buat kita-kita aja di Indonesia. Tapi, mulai tahun ini, mereka beralih ke Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Prinsip “Satu Bumi, Satu Tanggal”
Bayangin deh, dunia ini kan satu kesatuan. Nah, KHGT punya prinsip kalau bumi itu satu zona waktu ibadah yang besar. Jadi, kalau di satu titik saja di daratan bumi mana pun syarat bulan baru sudah terpenuhi, maka seluruh penduduk bumi dianggap sudah masuk tanggal baru.
Gak cuma itu, sistem ini bikin umat Islam punya kepastian. Jadi kita nggak perlu lagi tuh nunggu sidang isbat tengah malam cuma buat tahu besok sahur apa nggak. Hidup jadi lebih terencana, kan?
Alaska: “Sang Penentu” Tersembunyi di Ramadhan 2026
Nah, ini bagian yang paling seru. Kamu mungkin bingung, apa hubungannya puasa di Jakarta atau Surabaya sama wilayah Alaska yang dingin itu? Menariknya, Alaska punya peran kunci buat Muhammadiyah puasa 2026 ini.
Berdasarkan perhitungan sains astronomi pada hari Selasa, 17 Februari 2026, ada beberapa fakta lapangan yang terjadi:
-
Lahirnya Bulan Baru (Ijtimak): Terjadi pukul 12:01 UTC.
-
Syarat Sah: Posisi bulan harus minimal 5 derajat dan jarak lengkung (elongasi) minimal 8 derajat.
-
Kenyataannya: Di langit Indonesia, posisi bulan memang masih rendah banget pas Selasa sore. Tapi, di belahan bumi barat, tepatnya di Alaska, syarat “5 & 8 derajat” itu sudah terpenuhi!
Karena syarat sudah tembus di Alaska, maka menurut prinsip KHGT, malam itu seluruh dunia sudah masuk waktu Ramadhan. Jadi, besoknya (Rabu) kita sudah sah mulai ibadah puasa. Mind blowing banget, ya?
Kenapa Beda Sama Kalender Turki?
Mungkin kamu bakal baca berita kalau kalender Turki (Diyanet) punya tanggal yang sedikit berbeda. Kenapa bisa?
Jawabannya adalah soal pengakuan wilayah. Turki biasanya nggak menghitung wilayah Alaska karena faktor administrasi dan jumlah penduduknya yang sedikit. Tapi, Muhammadiyah tetap mengakuinya. Alasannya simpel: Alaska adalah daratan resmi yang berpenghuni. Selama ada manusia di sana dan syarat astronomisnya masuk, ya harus dihitung dong!
Dukungan dari Ulama Amerika Utara (FCNA)
Langkah Muhammadiyah ini bukan gaya-gayaan doang, lho. Ternyata, Fiqh Council of North America (FCNA) juga punya pandangan yang sama. Lembaga fatwa ternama di Amerika ini menegaskan kalau malam 17 Februari 2026, kriteria bulan baru sudah sah di wilayah California dan Alaska.
Meski bulan mungkin sulit dilihat pakai mata telanjang (rukyat), tapi secara hitungan matematis, bulan itu sudah ada di sana. Kesamaan antara Muhammadiyah dan FCNA ini jadi bukti kalau dunia Islam mulai bergerak menuju kesatuan kalender yang berbasis ilmu pengetahuan (sains).
Menghadapi Potensi Perbedaan: Jangan Baper!
Pasti bakal ada pertanyaan, “Terus gimana kalau pemerintah atau organisasi lain mulainya Kamis, 19 Februari?”
Nah, ini yang perlu kita pahami bareng-bareng. Perbedaan itu biasanya terjadi karena mereka menggunakan metode Rukyat Lokal (bulan harus kelihatan di wilayah masing-masing). Sedangkan Muhammadiyah pakai Hisab Global yang lebih mengutamakan kepastian tanggal secara internasional.
Tips Tetap Adem Saat Beda Awal Puasa:
-
Saling Menghargai: Puasa itu ibadah pribadi antara kamu dan Tuhan. Beda hari nggak bikin pahalamu berkurang kok.
-
Fokus Esensi: Ingat, Ramadhan itu soal menahan diri, berbagi, dan makin taat. Bukan soal debat siapa yang paling benar metode hitungnya.
-
Jaga Lisan: Hindari saling menyalahkan di media sosial. Lebih baik fokus siapin menu sahur, kan?
Kesatuan Hati di Tengah Perbedaan
Tahun 2026 memang unik secara astronomis. Perbedaan awal puasa kemungkinan besar bakal terjadi dan itu adalah hal yang lumrah dalam dunia ijtihad.
Persatuan itu bukan berarti kita harus kembar dalam segala hal, tapi bagaimana kita bisa tetap satu tujuan meskipun caranya beda. Seperti kata FCNA, keputusan akhir ada pada keyakinan hati masing-masing. Yang paling penting, kita punya dasar yang jelas dalam beribadah dan tetap sayang sama sesama muslim.
Jadi, sudah siap buat menyambut Muhammadiyah puasa 2026 nanti? Yuk, siapkan fisik dan mental dari sekarang agar Ramadhan kali ini jadi yang terbaik buat kita semua!





