Bolehkah Satu NIB Memuat Lima Kode KBLI yang Berbeda Jenisnya

Photo by bee.id - Bolehkah Satu NIB Memuat Lima Kode KBLI yang Berbeda Jenisnya

HaurgeulisMedia.co.id – Satu Nomor Induk Berusaha (NIB) diperbolehkan memuat lebih dari lima kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang berbeda jenisnya selama kegiatan usaha tersebut berada dalam satu lokasi atau lingkup operasional yang terintegrasi. Kebijakan ini bertujuan mempermudah pelaku usaha dalam mengelola perizinan lintas sektor melalui sistem Online Single Submission (OSS) tanpa harus membuat banyak akun atau identitas usaha.

Ketentuan Penambahan Banyak Kode KBLI dalam Satu NIB

Bacaan Lainnya

Pemerintah melalui sistem OSS Berbasis Risiko telah memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Anda tidak dibatasi hanya pada satu jenis usaha saja dalam satu NIB. Artinya, seorang pemilik usaha bisa menjalankan bisnis kuliner sekaligus perdagangan ritel atau jasa konsultasi dalam satu payung hukum yang sama.

Namun, perlu diingat bahwa penambahan kode KBLI yang berbeda jenisnya harus mempertimbangkan kesesuaian lokasi usaha. Jika usaha tersebut membutuhkan izin lingkungan yang berbeda atau zonasi yang tidak sejalan, sistem OSS mungkin akan memberikan notifikasi atau memerlukan pemenuhan persyaratan tambahan yang lebih kompleks.

Tabel Perbandingan Risiko Berdasarkan KBLI

Tingkat Risiko Persyaratan Dasar Kebutuhan Perizinan
Rendah NIB Saja Daftar mandiri di OSS
Menengah Rendah NIB dan Sertifikat Standar Pernyataan mandiri
Menengah Tinggi NIB dan Sertifikat Standar Verifikasi oleh instansi terkait
Tinggi NIB dan Izin Memerlukan persetujuan teknis

Langkah Praktis Menambahkan KBLI di Sistem OSS

Jika Anda ingin melakukan pengembangan usaha dengan menambahkan kode KBLI baru ke dalam NIB yang sudah ada, ikuti panduan berikut ini agar prosesnya berjalan lancar tanpa hambatan teknis:

  1. Login ke akun OSS RBA Anda menggunakan NIB atau email yang terdaftar.
  2. Pilih menu Pengembangan Usaha atau Perubahan Data Usaha pada dashboard utama.
  3. Klik pada bagian daftar usaha yang ingin ditambah kode KBLI-nya.
  4. Pilih menu Tambah Bidang Usaha dan masukkan kode KBLI yang sesuai dengan rencana bisnis baru Anda.
  5. Isi data rinci mengenai modal usaha, jumlah tenaga kerja, dan lokasi spesifik untuk bidang usaha baru tersebut.
  6. Simpan data dan periksa kembali apakah ada persyaratan tambahan seperti Sertifikat Standar atau Izin yang muncul.
  7. Klik tombol Submit atau Selesaikan untuk memproses perubahan NIB Anda agar kode KBLI baru segera terbit.

Penyebab dan Risiko Penggabungan KBLI yang Berbeda

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah memasukkan kode KBLI tanpa melakukan riset zonasi terlebih dahulu. Misalnya, Anda ingin membuka bengkel las (industri) di lokasi yang peruntukannya adalah kawasan hunian atau perdagangan murni. Meskipun sistem mengizinkan input KBLI, secara aturan tata ruang, kegiatan tersebut bisa ditolak oleh dinas terkait saat proses verifikasi pasca-terbitnya NIB.

Selain itu, risiko lainnya adalah beban kewajiban pelaporan. Jika Anda memiliki lima kode KBLI yang berbeda, Anda wajib melakukan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara berkala untuk setiap kode tersebut. Mengabaikan kewajiban ini dapat menyebabkan NIB Anda dibekukan atau dicabut oleh sistem secara otomatis.

Pentingnya Memahami Klasifikasi Risiko

Setiap kode KBLI memiliki tingkat risiko yang berbeda. Jika Anda menggabungkan KBLI berisiko rendah dengan KBLI berisiko tinggi, maka secara keseluruhan usaha Anda akan mengikuti standar yang paling ketat. Jangan sampai niat diversifikasi usaha justru membuat beban administratif menjadi tidak efisien bagi operasional bisnis Anda.

Pastikan juga untuk selalu memperbarui data modal usaha setiap kali menambah KBLI baru. Penambahan bidang usaha biasanya dibarengi dengan penambahan modal kerja atau modal tetap. Sinkronisasi data antara modal dan jenis usaha sangat krusial agar tidak ada ketidaksesuaian saat dilakukan audit oleh pemerintah di masa depan.

FAQ Terkait NIB dan KBLI

Q: Apakah ada batasan maksimal jumlah kode KBLI dalam satu NIB?

A: Secara sistem, tidak ada batasan angka maksimal yang kaku, namun disarankan untuk hanya mencantumkan KBLI yang benar-benar dijalankan agar tidak menyulitkan dalam pelaporan LKPM dan pengurusan izin teknis.

Q: Apakah penambahan KBLI dikenakan biaya tambahan?

A: Tidak ada biaya yang dikenakan oleh pemerintah untuk penambahan kode KBLI melalui sistem OSS. Proses ini sepenuhnya gratis dan dapat dilakukan secara mandiri oleh pemilik usaha.

Q: Apa yang terjadi jika KBLI yang saya tambahkan ternyata tidak sesuai dengan zonasi?

A: Sistem OSS biasanya akan memberikan peringatan (warning) saat proses pendaftaran. Jika tetap dipaksakan, izin usaha untuk KBLI tersebut tidak akan terbit atau akan berstatus tidak berlaku karena tidak memenuhi syarat tata ruang daerah setempat.

Dalam menjalankan bisnis, fleksibilitas adalah kunci. Memiliki satu NIB yang mencakup berbagai jenis kegiatan usaha memang memudahkan administrasi, namun tanggung jawab kepatuhan juga akan meningkat. Selalu pastikan setiap langkah yang diambil selaras dengan regulasi terbaru yang dikeluarkan oleh kementerian terkait agar bisnis Anda tetap berjalan legal dan berkelanjutan.

📷 Photo by bee.id

Pos terkait