HaurgeulisMedia.co.id – Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan terpilihnya Tia Liana sebagai Duta Polindra 2026. Mahasiswi Program Studi D3 Keperawatan ini tidak hanya membawa nama baik almamaternya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya sesama mahasiswa. Dalam sebuah kesempatan, Tia Liana berbagi kunci sukses yang membantunya meraih predikat bergengsi tersebut, menekankan pentingnya keberanian menghadapi kegagalan.
Perjalanan Tia Liana menuju predikat Duta Polindra 2026 bukanlah tanpa tantangan. Ia mengakui bahwa proses seleksi yang ketat membutuhkan persiapan matang dan mental yang kuat. Namun, di balik semua itu, ada sebuah filosofi hidup yang selalu ia pegang teguh: jangan pernah takut untuk mencoba dan jangan pernah menyerah ketika menghadapi kegagalan.
“Kegagalan itu bukan akhir dari segalanya, melainkan sebuah batu loncatan untuk menjadi lebih baik lagi,” ujar Tia Liana dengan penuh keyakinan. Ia menjelaskan bahwa setiap kesalahan yang dibuat adalah pelajaran berharga yang dapat membentuk karakter dan kedewasaan. Baginya, keberanian untuk bangkit kembali setelah terjatuh adalah esensi dari sebuah kesuksesan.
Tia Liana juga menyoroti pentingnya memiliki tujuan yang jelas dalam hidup. Sebagai seorang mahasiswa, menentukan visi dan misi pribadi akan membantu dalam mengarahkan setiap langkah dan keputusan. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademis, tetapi juga pengembangan diri secara menyeluruh.
“Kita harus tahu apa yang kita inginkan dan apa yang ingin kita capai. Dengan tujuan yang jelas, kita akan lebih termotivasi untuk berusaha dan tidak mudah goyah oleh rintangan,” tambahnya. Ia menyarankan agar mahasiswa aktif mencari informasi dan peluang yang relevan dengan minat dan bakat mereka, baik di dalam maupun di luar kampus.
Lebih lanjut, Tia Liana menekankan pentingnya membangun jaringan atau networking. Menurutnya, berinteraksi dengan berbagai kalangan, termasuk dosen, alumni, dan sesama mahasiswa dari berbagai program studi, dapat membuka wawasan dan memberikan dukungan yang berharga. Jaringan yang luas bisa menjadi pintu masuk ke berbagai kesempatan baru.
“Jangan pernah malu untuk bertanya atau meminta bantuan. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan saling berbagi, kita bisa tumbuh bersama,” ungkapnya. Ia bercerita bahwa dalam proses persiapan menuju Duta Polindra, ia banyak belajar dari teman-temannya dan para mentor yang membimbingnya.
Disiplin diri menjadi salah satu pilar utama dalam perjalanan Tia Liana. Ia mengaku bahwa mengatur waktu antara kuliah, kegiatan organisasi, dan persiapan pribadi merupakan sebuah tantangan tersendiri. Namun, dengan kedisiplinan, semua dapat berjalan seimbang.
“Manajemen waktu yang baik sangat krusial. Kita harus bisa memprioritaskan tugas dan kegiatan agar tidak ada yang terlewatkan. Jadwal yang terstruktur membantu saya tetap fokus pada tujuan,” jelasnya. Ia menganjurkan agar mahasiswa membuat daftar prioritas harian atau mingguan untuk mengelola waktu secara efektif.
Tia Liana juga mendorong mahasiswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri di luar kurikulum perkuliahan. Mengikuti seminar, workshop, atau bahkan kursus daring dapat menambah bekal keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja nantinya.
“Dunia terus berubah, dan kita harus mampu beradaptasi. Keterampilan tambahan di luar bidang studi utama bisa menjadi nilai plus yang sangat besar,” katanya. Ia mencontohkan bagaimana pengalamannya dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler telah membekalinya dengan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah.
Menjadi Duta Polindra 2026 bukan hanya tentang penampilan fisik atau kemampuan berbicara di depan umum. Bagi Tia Liana, peran ini adalah amanah besar untuk menjadi representasi positif dari civitas akademika Polindra.
“Saya ingin menjadi duta yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tuturnya. Ia berharap dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk tidak ragu mengejar impian mereka, sekecil apapun itu.
Tia Liana menutup pesannya dengan sebuah ajakan untuk terus berani bermimpi dan berani mencoba. Ia meyakini bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi luar biasa yang siap untuk digali dan dikembangkan.
“Ingatlah, setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik. Jangan takut gagal, tapi takutlah jika kita tidak pernah mencoba,” pungkasnya. Pesan inspiratif dari Duta Polindra 2026 ini diharapkan dapat memotivasi seluruh mahasiswa untuk meraih potensi terbaik mereka.





