Profil dan Latar Belakang Febrie Adriansyah, Pejabat Kejaksaan yang Menarik Perhatian

Profil dan Latar Belakang Febrie Adriansyah, Pejabat Kejaksaan yang Menarik Perhatian

HaurgeulisMedia.co.id – Sosok Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, tengah menjadi sorotan publik. Hal ini menyusul peristiwa yang terjadi di kediamannya di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan, yang dijaga oleh puluhan prajurit TNI pada Rabu malam, 8 Juli 2026.

Penjagaan ketat tersebut terjadi di tengah merebaknya isu mengenai dugaan penggeledahan rumah Febrie Adriansyah. Isu ini mencuat ke publik setelah adanya laporan penggeledahan oleh pihak kepolisian terhadap sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Bacaan Lainnya

Perkembangan situasi ini sontak membuat nama Febrie Adriansyah kembali menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak warganet yang kemudian berbondong-bondong mencari informasi lebih mendalam mengenai profil, biodata, hingga rekam jejak kariernya sebagai seorang jaksa.

Terlepas dari isu yang tengah beredar, Febrie Adriansyah dikenal luas sebagai salah satu pejabat tinggi yang memiliki peran krusial di Kejaksaan Agung. Selama menjabat sebagai Jampidsus, ia tercatat telah menangani berbagai kasus korupsi besar yang menyita perhatian publik dan memiliki dampak signifikan bagi perekonomian negara.

Profil Singkat Febrie Adriansyah

Febrie Adriansyah adalah seorang jaksa terkemuka di Indonesia yang saat ini mengemban amanah sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Ia resmi menduduki jabatan strategis ini sejak Januari 2022.

Lahir di Jakarta pada tanggal 19 Februari 1968, Febrie Adriansyah justru menghabiskan masa kecilnya hingga menempuh pendidikan dasar di Jambi. Keputusan untuk menempuh pendidikan hukum dilakukannya secara bertahap hingga akhirnya ia berhasil meraih gelar doktor.

Perjalanan akademisnya dimulai dari Fakultas Hukum Universitas Jambi, dilanjutkan dengan program Magister Hukum di IBLAM, dan puncaknya adalah gelar Doktor Ilmu Hukum yang diraihnya dari Universitas Airlangga pada tahun 2018. Disertasinya yang mendalam membahas tentang reformulasi bukti permulaan yang cukup dalam proses penyitaan aset terkait tindak pidana pencucian uang, sebuah kajian yang sangat relevan dalam penegakan hukum.

Jejak Karier Febrie Adriansyah di Kejaksaan Agung

Karier Febrie Adriansyah di lingkungan Kejaksaan Agung dimulai pada tahun 1993 dengan posisi sebagai Yuana Wira TU. Tiga tahun kemudian, ia melangkah lebih jauh dengan menjadi Jaksa Fungsional di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh.

Selama masa baktinya di Sungai Penuh, Febrie menorehkan pengalaman berharga dengan menjabat sebagai Kasubsi Pidsus dan Kasi Intelijen. Pengalaman ini menjadi fondasi kuat baginya sebelum akhirnya dipercaya untuk menduduki berbagai posisi penting lainnya di berbagai tingkatan kejaksaan.

Setelah mengabdi di Jambi, Febrie Adriansyah kemudian ditugaskan di berbagai wilayah di Indonesia. Ia pernah mengukir prestasi di Kejati Jawa Barat, Kejari Karawang, Kejari Jakarta Barat, hingga Kejati DKI Jakarta, menunjukkan mobilitas dan dedikasinya dalam menjalankan tugas.

Perjalanan kariernya terus menanjak ketika ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Stabat pada tahun 2008. Setelah itu, ia kembali ke Kejaksaan Agung dan ditempatkan di lingkungan Jampidsus, menegaskan fokusnya pada penanganan tindak pidana khusus.

Pada tahun 2018, Febrie mendapat kepercayaan untuk memimpin sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur. Setahun kemudian, ia kembali ditarik ke Kejaksaan Agung dengan jabatan Direktur Penyidikan Tindak Pidana Korupsi di bawah Jampidsus.

Puncak kariernya di lingkungan Kejaksaan Agung terwujud pada Juli 2021, ketika ia dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Tak berselang lama, pada Januari 2022, ia akhirnya dipercaya untuk menduduki posisi prestisius sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI.

Rekam Jejak Penanganan Kasus Besar

Nama Febrie Adriansyah semakin mengemuka dan dikenal luas oleh publik berkat perannya dalam menangani sejumlah perkara korupsi berskala besar yang menjadi perhatian nasional. Beberapa kasus monumental yang pernah ditanganinya antara lain kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya, PT Asabri, PT Garuda Indonesia, proyek Base Transceiver Station (BTS) Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta kasus tata niaga komoditas timah.

Penanganan kasus-kasus tersebut menempatkan Febrie Adriansyah sebagai salah satu jaksa dengan tanggung jawab terbesar di Indonesia. Ia kerap kali diamanahkan untuk memimpin penyidikan terhadap perkara-perkara yang memiliki prioritas nasional tinggi, menunjukkan kepercayaan institusi terhadap kemampuannya.

Selain prestasi dalam penanganan kasus, Febrie Adriansyah juga beberapa kali menjadi subjek pemberitaan media, termasuk terkait isu-isu yang sensitif seperti dugaan penggeledahan rumah dan dugaan penguntitan aparat yang sempat menjadi sorotan publik belakangan ini.

Berdasarkan laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2022 yang banyak dikutip oleh berbagai media, total harta kekayaan Febrie Adriansyah tercatat mencapai sekitar Rp6,36 miliar. Rincian asetnya meliputi berbagai kategori seperti tanah dan bangunan, kendaraan bermotor, kas dan setara kas, serta aset lainnya.

Ringkasan Biodata Febrie Adriansyah

  • Nama Lengkap: Febrie Adriansyah
  • Tempat Lahir: Jakarta
  • Tanggal Lahir: 19 Februari 1968
  • Profesi: Jaksa Indonesia
  • Jabatan Saat Ini: Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI
  • Periode Menjabat Jampidsus: Mulai 10 Januari 2022
  • Masa Kecil: Dibesarkan dan menempuh pendidikan dasar di Jambi
  • Pendidikan S1: Fakultas Hukum Universitas Jambi
  • Pendidikan S2: Magister Hukum IBLAM
  • Pendidikan S3: Doktor Ilmu Hukum Universitas Airlangga (Lulus tahun 2018)

Febrie Adriansyah merupakan sosok jaksa senior dengan pengalaman panjang dan kaya di Korps Adhyaksa. Meskipun belakangan ini namanya kerap dikaitkan dengan isu-isu yang menjadi sorotan publik, rekam jejak kariernya yang gemilang dalam menangani berbagai kasus korupsi berskala besar di Indonesia tetap menjadi catatan penting yang tak terhapuskan.

Pos terkait