Gas LPG 3kg Langka di Haurgeulis, Indramayu: Petani Menjerit, Stok Menipis

Gas LPG 3kg Langka di Haurgeulis, Indramayu: Petani Menjerit, Stok Menipis
Gas LPG 3kg Langka di Haurgeulis, Indramayu: Petani Menjerit, Stok Menipis

Haurgeulis, Indramayu – Situasi di Kecamatan Haurgeulis dan Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, tengah memanas. Dalam sepekan terakhir, masyarakat di wilayah tersebut diresahkan oleh sulitnya mendapatkan gas LPG subsidi 3 kilogram atau yang populer disebut “gas melon”. Kelangkaan ini tidak hanya memukul sektor rumah tangga, tetapi juga sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi warga setempat.

Krisis Gas Melon, Beban Ganda Bagi Petani

Kelangkaan yang terjadi saat ini dirasakan sangat berat oleh para petani. Di tengah masa krusial pengelolaan lahan pertanian, petani justru dihadapkan pada minimnya akses energi. Sebelumnya, para petani di Haurgeulis sudah berjuang keras menghadapi sulitnya memperoleh BBM jenis Pertalite yang selama ini digunakan untuk mengoperasikan mesin pompa air.

Bacaan Lainnya

“Pasokan LPG 3 kilogram di wilayah kami hampir hilang. Kami harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain, bahkan pengecer pun stoknya kosong. Jika pun ada, harganya sudah melonjak jauh di atas Harga Eceran Tinggi (HET),” ujar salah satu Ketua Kelompok Tani di Desa Mekarjati.

Penyebab Utama: Peralihan Bahan Bakar

Penyebab Utama: Peralihan Bahan Bakar
Penyebab Utama: Peralihan Bahan Bakar

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa Gas LPG 3kg langka di Haurgeulis, Indramayu diduga kuat terjadi karena adanya pergeseran konsumsi energi. Akibat kelangkaan Pertalite yang berkepanjangan, para petani terpaksa melakukan modifikasi mesin pompa air mereka agar bisa menggunakan gas melon sebagai bahan bakar alternatif.

Lonjakan permintaan yang masif dari sektor pertanian ini membuat kuota gas subsidi di tingkat pangkalan cepat habis. Akibatnya, masyarakat umum yang seharusnya menjadi penerima utama gas melon harus ikut merasakan dampak dari kelangkaan ini.

Desakan Masyarakat kepada Pemerintah

Melihat kondisi yang semakin meresahkan, warga dan kelompok tani mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk segera turun tangan. Ada beberapa poin utama yang dituntut oleh masyarakat:

  1. Penambahan Kuota: Segera melakukan distribusi tambahan (fakultatif) untuk menutupi kelangkaan di Haurgeulis dan Gantar.

  2. Pengawasan Ketat: Melakukan operasi pasar untuk memastikan gas subsidi tepat sasaran dan tidak ditimbun oleh oknum pengecer nakal.

  3. Solusi Energi Pertanian: Memberikan akses atau solusi konkret terkait kebutuhan bahan bakar untuk alat mesin pertanian (alsintan) agar petani tidak lagi berebut gas melon dengan kebutuhan rumah tangga.

“Kami hanya ingin bisa bekerja dengan tenang. Jangan sampai di masa tanam ini kami justru terhambat hanya karena urusan energi yang seharusnya bisa diatasi pemerintah,” tambah petani tersebut.

Krisis Gas LPG 3kg langka di Haurgeulis, Indramayu bukanlah masalah sepele. Jika pemerintah daerah tidak segera mengambil langkah nyata, kekhawatiran akan terganggunya produksi pangan lokal dan ekonomi masyarakat bawah bisa menjadi kenyataan. Masyarakat berharap adanya tindakan cepat sebelum situasi ini meluas ke wilayah kecamatan lainnya.

Pos terkait