Guy Sebastian – Penyanyi pemenang Australian Idol tahun 2003, Guy Sebastian, baru saja menyapa para penggemarnya di Jakarta, Indonesia. Dalam kunjungannya, pelantun lagu Angels Brought Me Here itu turut berbagi cerita mengenai album terbarunya yang bertajuk “100 Times Around The Sun“, yang dijadwalkan rilis pada Agustus 2025.
Guy menjelaskan bahwa album “100 Times Around The Sun” merupakan sebuah perayaan kebahagiaan, kontras dengan nuansa album sebelumnya, Truth, yang lebih berfokus pada perjuangan melewati masa sulit. Ia mengungkapkan bahwa setelah berhasil melampaui tantangan, momen tersebut layak untuk dirayakan.
Hal ini merujuk pada pengalaman pribadi Guy Sebastian terkait kasus penggelapan dana yang melibatkan mantan manajernya setelah bekerja sama selama sebelas tahun. Album barunya ini menjadi simbol bangkit dari keterpurukan.
“Jadi, album ini [100 Times Around The Sun] lebih bernuansa perayaan. Ini lebih seperti, ‘Oke, kita sudah melewati itu’,” ujar Guy Sebastian.
Menulis Lagu di Bali dan Cerita di Balik Album 100 Times Around The Sun
Proses kreatif di balik album “100 Times Around The Sun” terbilang unik. Guy Sebastian menghabiskan waktu untuk mengikuti sebuah songwriting camp di Ubud, Bali, yang terbukti sangat memantik inspirasinya. Dalam dua kali kunjungan yang masing-masing berlangsung selama lima hari, Guy berhasil menciptakan lima lagu baru.
Tiga dari kelima lagu tersebut akhirnya terpilih untuk dimasukkan ke dalam album “100 Times Around The Sun“. Guy Sebastian mengaku terpesona dengan keindahan dan ketenangan Ubud, Bali, yang juga dilengkapi dengan fasilitas studio rekaman.
“Tempat ini [Ubud] sangat indah, dan tenang, dan ada studio rekaman di sana,” ujar Guy. “Jadi, ada sesuatu tentang Indonesia, ada sesuatu tentang Ubud di Bali yang membuatnya sangat berharga. Tempat ini sangat indah. Saya mencintai Indonesia.”
Setelah proses penulisan lagu di Bali, album ini kemudian dilanjutkan ke tahap produksi di Australia. Hasilnya adalah album “100 Times Around The Sun” yang berisi total 13 lagu, menawarkan keseimbangan antara balada yang menyentuh hati dan lagu-lagu bernuansa uptempo yang membangkitkan semangat.
Frasa “100 times around the sun” sendiri memiliki makna mendalam, mengacu pada satu tahun kehidupan yang dihitung dari satu kali bumi mengelilingi matahari. Guy Sebastian menjelaskan bahwa album ini menekankan pentingnya mengingat hal-hal yang benar-benar berarti dalam hidup.
Terkadang, kesibukan mengejar tujuan pribadi dapat membuat seseorang lupa untuk menikmati momen kehidupan dan menjalin kebersamaan dengan orang-orang terkasih. Oleh karena itu, “[100 Times Around The Sun] adalah album tentang perayaan dan mengingat untuk saling mendukung dalam komunitasmu dan untuk sekadar menikmati dan mencintai hidup.”
Makna ini juga terangkum dalam setiap lagu dalam album. Salah satunya adalah The Keys, yang merupakan lagu favorit Guy Sebastian. Lagu ini ditulisnya dengan pendekatan yang tidak biasa, yaitu dimulai dari dua baris terakhir.
“Dengan lagu [The Keys], saya mulai dari dua baris terakhir. Saya ingin lagu ini diakhiri dengan kalimat ‘Only you could build a man like me. And that’s why you hold the keys.’,” ungkap Guy Sebastian.
Ia kemudian mengibaratkan sebuah rumah yang awalnya tidak layak huni namun berhasil direnovasi hingga menjadi kokoh. Analogi ini menggambarkan bagaimana seseorang yang telah membentuk dan membangun dirinya, memiliki kendali penuh atas “kunci” kehidupan tersebut.
“Jadi karena kamu membangunku, kamulah satu-satunya yang bisa memegang kuncinya. Jadi itulah analogi yang saya gunakan dalam lagu itu,” terangnya.
Pesan Relate Buat Gen Z: Bangun Hubungan yang Tidak Dangkal
Selain pencapaian eksternal, Guy Sebastian menekankan pentingnya perkembangan diri secara personal. Ia berbagi pengalamannya dalam mengatasi sifat people pleaser dan mengolah pola pikir agar lebih fokus pada membangun hubungan yang mendalam, bukan sekadar di permukaan.
Guy mengaku memiliki kecenderungan untuk tidak ingin menyakiti orang lain, yang membuatnya seringkali kesulitan untuk menolak permintaan dan selalu berusaha memberikan waktu bagi semua orang. Namun, hal ini justru berujung pada hubungan yang terasa dangkal karena ia terlalu fokus menyenangkan semua pihak.
“Jadi, saya harus menyadari bahwa saya tidak bisa menyenangkan semua orang dan terkadang saya harus mengatakan tidak dan saya harus memprioritaskan karena, ada pepatah, lebih baik menjadi sesuatu bagi sebagian orang daripada tidak berarti apa-apa bagi semua orang,” imbuhnya.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Guy Sebastian memberikan pesan penting, terutama bagi generasi muda. Ia mendorong mereka untuk memprioritaskan pembangunan hubungan dengan orang-orang yang benar-benar mencintai dan mendukung mereka. Hal ini menjadi krusial di era digital saat ini.
“Sekarang, ada orang-orang yang tidak mencintaimu, mereka bisa mengatakan apa pun yang mereka mau dan meninggalkan komentar [di media sosial],” ungkapnya.
Fenomena ini, menurut Guy, dapat mempersulit anak muda dalam menemukan jati diri mereka karena banyaknya opini di ruang digital yang berpotensi mendikte cara pandang mereka. Ia berpendapat bahwa sangat penting untuk dapat menyaring opini publik dan lebih mendengarkan suara orang-orang terdekat yang tulus mencintai dan mendukung.
Dorongan untuk melindungi kesehatan mental anak muda inilah yang mendasari Guy Sebastian untuk terus melanjutkan program-program yang digagas oleh yayasannya, The Sebastian Foundation. Program ini berfokus pada kesehatan mental remaja.
“Dunia tempat anak-anak tumbuh dewasa sangat berbeda, dan mereka perlu melindungi diri mereka sendiri, melindungi pikiran mereka, dan belajar bagaimana menghadapi berbagai hal,” kata Guy Sebastian. Hingga kini, program tersebut telah berhasil memberikan dukungan finansial untuk pendidikan 340.000 anak.
Pesan Spesial untuk Fans di Indonesia
Meskipun tengah disibukkan dengan jadwal tur “100 X Around Tour Australia” yang akan berlangsung dari September hingga Desember mendatang, Guy Sebastian tak lupa menyampaikan pesan hangat untuk para penggemar setianya di Indonesia. Ia berjanji akan segera kembali untuk menghibur penggemarnya di Tanah Air.
“Thank you for still sticking with me. Thank you for being patient. And I promise I’ll be coming very soon to play for you guys. Music new and old, I’ll be playing.” ucapnya.
Guy Sebastian juga memberikan sedikit bocoran mengenai kemungkinan tur di Indonesia. Ia tengah berupaya keras untuk mewujudkan kesempatan kembali ke Indonesia dan menggelar tur bersama bandnya.
Ia mengungkapkan rasa tidak sabarnya untuk kembali menyapa penggemar di Indonesia. Guy Sebastian bahkan sempat melontarkan ide untuk menggelar tur gratis di Indonesia sebagai bentuk apresiasi.
“Bahkan untuk sekadar reconnect, saya hanya ingin mengadakan tur gratis, dan membiarkan penggemar datang secara gratis, hanya agar saya bisa bertemu mereka lagi. Saya rasa, itulah cara saya ingin memulai, karena sudah begitu lama. Saya hanya ingin sebanyak mungkin orang bisa datang dan menyapa,” tuturnya.
Para penggemar di Indonesia diharapkan untuk terus menantikan informasi terbaru mengenai rencana kedatangan Guy Sebastian.





