macOS Beta Diduga Menyebabkan Masalah Pengguna Linux di Mac

macOS Beta Diduga Menyebabkan Masalah Pengguna Linux di Mac

HaurgeulisMedia.co.id – Pengguna Mac yang menginstal Linux secara berdampingan dengan macOS, terutama mereka yang menggunakan Asahi Linux, kini diimbau untuk berhati-hati. Peringatan ini dikeluarkan terkait dengan versi beta terbaru macOS 27 Golden Gate.

Sejumlah pengguna melaporkan bahwa instalasi Linux mereka tampak menghilang setelah memperbarui perangkat ke sistem operasi Apple yang baru. Namun, penting untuk dicatat bahwa data Linux tersebut sebenarnya masih tersimpan di dalam perangkat.

Masalah ini mulai muncul tak lama setelah Apple mengumumkan macOS 27 Golden Gate pada ajang WWDC 2026. Perusahaan segera membuka akses beta bagi para pengembang yang ingin mencoba pembaruan tersebut lebih awal.

Laporan dari MacRumors, yang dihimpun oleh HaurgeulisMedia.co.id, menyebutkan bahwa pengguna Asahi Linux mulai mengalami gangguan hanya beberapa jam setelah pembaruan tersedia. Sistem Linux yang sebelumnya dapat dipilih saat startup, kini mendadak tidak lagi muncul dalam daftar sistem operasi yang tersedia.

Situasi ini tentu menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna, terutama bagi mereka yang mengandalkan Linux untuk pekerjaan sehari-hari atau menyimpan data penting di partisi tersebut.

Namun, tim Asahi Linux telah memberikan konfirmasi bahwa data pengguna tidak hilang. Partisi Linux masih utuh di dalam penyimpanan perangkat. Kendalanya adalah sistem macOS terbaru tidak lagi mengenalinya sebagai sistem operasi yang dapat dijalankan.

Penjelasan ini disampaikan oleh tim Asahi Linux melalui sebuah unggahan di platform Mastodon, yang kemudian dikutip oleh LWN.net. Mereka mengidentifikasi bahwa perubahan terletak pada cara macOS mendeteksi volume boot yang dianggap valid.

Akibat dari perubahan tersebut, menu boot picker dan aplikasi Startup Disk tidak lagi menampilkan partisi Linux. Bagi pengguna awam, kondisi ini terlihat seperti Linux yang lenyap, padahal sebenarnya masih tersimpan dengan aman.

Fenomena ini tergolong menarik karena bukan disebabkan oleh kerusakan data atau kegagalan instalasi. Inti masalahnya adalah perubahan pada mekanisme pengenalan sistem operasi yang tersedia di perangkat oleh macOS.

Tim Asahi Linux menduga bahwa perubahan ini bukanlah kesengajaan dari pihak Apple. Oleh karena itu, mereka telah mengajukan laporan bug kepada Apple dengan nomor referensi FB22994760 untuk meminta investigasi lebih lanjut.

Sambil menunggu respons dari Apple, para pengembang Asahi Linux telah mengambil langkah pencegahan. Mereka memperbarui aplikasi instalasi agar sementara waktu tidak dapat dijalankan dari macOS 27.

Bagi pengguna yang sudah terlanjur melakukan pembaruan, opsi pemulihan memang cukup terbatas. Laporan dari AppleInsider menyebutkan bahwa pengguna yang masih memiliki instalasi macOS 26 Tahoe di drive lain dapat memanfaatkannya sebagai Startup Disk untuk mendapatkan kembali akses ke Linux.

Beberapa pengguna lain dilaporkan mencoba memaksa sistem untuk melakukan boot melalui metode alternatif. Namun, laporan yang beredar di forum Reddit mengindikasikan bahwa upaya ini seringkali berakhir dengan perangkat yang mati sesaat setelah Linux berhasil dijalankan.

Perlu dicatat bahwa ini bukanlah pertama kalinya komunitas Asahi Linux menghadapi kendala pasca pembaruan macOS. Pada beberapa versi beta sebelumnya, konfigurasi multi-boot juga pernah terdampak oleh modifikasi yang dilakukan oleh Apple.

Perbedaan signifikan kali ini adalah perubahan yang tampaknya lebih mendasar, menyentuh cara sistem mengenali volume yang dapat digunakan untuk proses boot. Dengan jadwal peluncuran beta publik pada Juli dan versi final pada September, banyak pengguna menanti apakah Apple akan mengatasi masalah ini sebelum perilisan yang lebih luas.

Pos terkait