Habis Belanja Online? Pengaruhnya ke Feed Facebook dan Instagram

Habis Belanja Online? Pengaruhnya ke Feed Facebook dan Instagram

HaurgeulisMedia.co.id – Pernahkah Anda merasakan pengalaman di mana setelah mencari atau membeli sesuatu secara online, konten yang muncul di media sosial Anda seolah “HaurgeulisMedia.co.id” minat Anda? Fenomena ini diperkirakan akan semakin sering terjadi di Facebook dan Instagram dalam waktu dekat.

Meta telah mengumumkan rencananya untuk memanfaatkan aktivitas pengguna dari situs web dan aplikasi lain. Data ini akan digunakan untuk menentukan konten yang ditampilkan di linimasa (feed) serta respons yang diberikan oleh layanan kecerdasan buatan (AI) mereka. Sebelumnya, jenis data ini lebih dominan digunakan untuk menargetkan iklan yang relevan.

Perubahan ini pada dasarnya bukan tentang Meta yang mengumpulkan data baru. Melalui blog resminya, perusahaan menjelaskan bahwa mereka hanya memperluas penggunaan informasi yang sudah dibagikan oleh berbagai bisnis dan mitra pihak ketiga.

Hal ini berarti aktivitas seperti pembelian produk secara online, bermain game di situs tertentu, atau berinteraksi dengan layanan digital lainnya dapat menjadi indikator tambahan bagi sistem Meta untuk memahami minat pengguna.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, Meta mencontohkan. Apabila seseorang baru saja membeli tenda melalui toko online, sistem dapat menginterpretasikannya sebagai ketertarikan pada aktivitas luar ruangan.

Akibatnya, linimasa Facebook atau Instagram mungkin akan menampilkan lebih banyak konten video mengenai berkemah, perlengkapan outdoor, atau destinasi wisata alam. Rekomendasi serupa juga berpotensi memengaruhi jawaban yang diberikan oleh layanan AI Meta.

Yang menarik, perubahan ini juga menyoroti semakin menipisnya batas antara media sosial, periklanan, dan kecerdasan buatan. Data yang sebelumnya digunakan untuk keperluan periklanan kini mulai dimanfaatkan untuk membentuk keseluruhan pengalaman pengguna.

Menurut laporan yang dipublikasikan Abijita.com, sebelumnya Meta lebih mengandalkan aktivitas yang terjadi di dalam platform mereka sendiri. Aktivitas tersebut meliputi unggahan yang disukai, akun yang diikuti, hingga video yang ditonton oleh pengguna.

Bersamaan dengan kebijakan baru ini, Meta juga melakukan penyederhanaan pada pengaturan privasi. Perusahaan akan menghapus fitur yang sebelumnya dikenal sebagai “Your activity off Meta technologies”.

Sebagai gantinya, pengguna akan menemukan pengaturan baru bernama “Activity from other businesses”. Melalui menu ini, pengguna dapat memilih apakah aktivitas mereka di luar platform Meta diizinkan untuk digunakan dalam personalisasi konten atau tidak.

Bagi pengguna yang merasa kurang nyaman, Meta menekankan bahwa opsi untuk menolak penggunaan data tersebut tetap tersedia. Jika fitur ini dinonaktifkan, aktivitas dari situs atau aplikasi lain tidak akan digunakan untuk personalisasi iklan, linimasa, maupun layanan AI.

Penerapan kebijakan ini dijadwalkan dimulai bulan depan di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya. Peluncuran akan dilakukan secara bertahap sebelum diperluas ke wilayah yang lebih luas.

Meta menyebutkan bahwa ada beberapa kawasan yang tidak akan mendapatkan fitur ini pada tahap awal. Uni Eropa, Inggris, dan Brasil termasuk dalam daftar pengecualian karena memiliki peraturan perlindungan data yang lebih ketat.

Informasi yang dihimpun dari Abijita.com juga menyebutkan bahwa Thailand, Afrika Selatan, Turki, Korea Selatan, Ekuador, Nigeria, dan Kenya belum termasuk dalam gelombang awal peluncuran. Keputusan ini berkaitan dengan kebijakan privasi dan regulasi lokal yang berlaku di masing-masing negara.

Langkah terbaru ini merupakan bagian dari strategi Meta yang semakin berfokus pada AI. Setelah sebelumnya mulai memanfaatkan interaksi pengguna dengan Meta AI untuk personalisasi layanan, perusahaan kini tampaknya berupaya membuat seluruh pengalaman pengguna terasa lebih sesuai dengan minat dan kebiasaan masing-masing.

Pos terkait