HaurgeulisMedia.co.id – Masyarakat Aceh kini menunjukkan geliat pemulihan pascabencana yang melanda pada akhir tahun lalu. Empat bulan berselang, aktivitas mulai menggeliat, terlihat jelas pada perayaan Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah dengan membanjirnya wisatawan domestik di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Area pelabuhan dipadati kendaraan roda dua dan empat. Kendaraan-kendaraan tersebut merupakan milik para wisatawan yang berencana menghabiskan libur lebaran atau bersilaturahmi ke Kota Sabang, yang terletak di seberang pulau.
Kepala UPTD Wilayah I Pelabuhan Penyeberangan Dinas Perhubungan Aceh, Husaini Jamil, mengonfirmasi adanya peningkatan frekuensi perjalanan kapal dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju Pelabuhan Balohan Sabang, serta sebaliknya. Peningkatan ini terutama terasa selama periode libur Idulfitri.
Kapal cepat atau speedboat melayani empat kali perjalanan setiap hari, baik dari Banda Aceh menuju Sabang maupun sebaliknya. Sementara itu, kapal ferry beroperasi sebanyak lima kali perjalanan dari masing-masing pelabuhan. Mayoritas penumpang yang terdata adalah wisatawan domestik yang berasal dari berbagai wilayah di Aceh maupun dari luar daerah.
Baca juga: Kebangkitan Warga Aceh Tercermin dalam Tradisi Balap Robin Subulussalam
Husaini memastikan bahwa seluruh petugas pelabuhan dan fasilitas yang tersedia telah disiapkan secara matang untuk menghadapi lonjakan penumpang. Persiapan ini mencakup pengaturan area parkir yang optimal dan rekayasa jadwal keberangkatan kapal agar lebih efisien.
“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan kami dapat memberikan pelayanan yang terukur serta nyaman bagi para tamu yang datang, khususnya bagi mereka yang hendak menyeberang ke Sabang melalui Pelabuhan Ulee Lheue,” ujar Husaini pada Rabu, 25 Maret 2026.
Di sisi lain, General Manager PT ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan, menekankan bahwa peningkatan jumlah penumpang dan jadwal pelayaran ini tetap dibarengi dengan prioritas utama pada aspek keselamatan penumpang.
“Guna menambah jumlah alat keselamatan berupa jaket pelampung (life jacket) di atas kapal, kami telah menyiapkan tambahan 150 hingga 200 unit yang akan didistribusikan ke tiga kapal,” ungkap Andri.
PT ASDP juga terus menjalin koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait. Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran proses penyeberangan dan menjamin seluruh penumpang mendapatkan pelayanan yang prima dan aman selama perjalanan mereka.





